Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Orang Terkaya Ketiga di Indonesia Lepas Rp6 Miliar Saham Batu Baranya

Orang terkaya ketiga di Indonesia Low Tuck Kwong dua kali divestasi saham batu bara Bayan Resurces (BYAN) sepanjang September 2022.
Terminal Batu Bara Balikpapan. Terminal yang dikelola oleh PT Bayan Resources Tbk. merupakan salah satu terminal curah terbesar di Indonesia./bayan.com.sg
Terminal Batu Bara Balikpapan. Terminal yang dikelola oleh PT Bayan Resources Tbk. merupakan salah satu terminal curah terbesar di Indonesia./bayan.com.sg

Bisnis.com, JAKARTA – Orang terkaya ketiga di Indonesia sekaligus Raja Batu Bara Dato’ Low Tuck Kwong melepas sejumlah sahamnya di perusahaan batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), transaksi divestasi kedua selama September 2022.

Low Tuck Kwong merupakan orang terkaya ketiga di Indonesia dengan harta US$9 miliar, menurut data Forbes Real Time Billionaires per Kamis (22/9/2022). Kwong hanya kalah dari Bos Grup Djarum, Michael dan Budi Hartono dengan kekayaan masing-masing US$22,3 miliar dan US$23,2 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi BYAN di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu (21/9/2022), Low Tuck Kwong tercatat menjual sebanyak 203.500 saham dengan harga Rp30.000 per saham. Dengan penjualan ini, Low mengantongi Rp6,10 miliar.

Adapun, dari divestasi tersebut, kepemilikan sahamnya di BYAN masih 61 persen, tetapi turun dari 2.033.453.187 saham menjadi 2.033.249.687 saham.

Sebelumnya, Low Tuck Kwong juga melakukan divestasi saham BYAN pada 13 September 2022 sebanyak 400.000 saham dengan harga Rp10.000 per saham, atau meraup Rp4 miliar. Saat itu kepemilikan sahamnya turun dari 61.02 persen menjadi 61 persen.

Pada perdagangan Kamis (22/9/2022) pukul 11.30 WIB akhir sesi I, harga saham BYAN terpantau bergerak di zona hijau, naik 3,37 persen atau 2.200 poin ke Rp67.500. Dengan harga tersebut, saham BYAN juga menjadi saham dengan harga termahal di bursa Indonesia.

Sepanjang tahun ini, saham BYAN berhasil tumbuh 150 persen dan dalam setahun terakhir harganya melesat hingga 356,08 persen.

Adapun, berdasarkan kinerja keuangan, BYAN juga melaporkan laba bersih sebesar US$970,76 juta atau setara dengan Rp14,41 triliun pada semester I/2022. Laba bersih tesebut melesat 188 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$382,5 juta.

Laba bersih tersebut diraih dari peningkatan pendapatan hampir dua kali lipat dari US$1,02 miliar pada semester I/2021 menjadi US$2 miliar pada semester I/2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper