Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dua Sisi Koin Konflik Rusia-Ukraina bagi Selamat Sempurna (SMSM)

Selamat Sempurna (SMSM) mendapat sentimen negatif dan positif sekaligus di tengah perang Rusia-Ukraina karena meningkatnya permintaan.
Filter Sakura produk Selamat Sempurna/smsm.co.id
Filter Sakura produk Selamat Sempurna/smsm.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen filter Sakura, PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) masih mempertahankan target pertumbuhan penjualan dan laba bersih 15 persen yang mereka patok sejak awal tahun ini. Proyeksi ini sudah mempertimbangkan dinamika pasar yang sempat didera dampak konflik geopolitik Rusia-Ukraina.  

Direktur Keuangan Selamat Sempurna Ang Andri Pribadi mengatakan, konflik Rusia-Ukraina tersebut awalnya memberikan dampak negatif bagi SMSM di kuartal I/2022, antara lain kesulitan pengiriman barang dan pembayaran ke Rusia.

“Tapi itu hanya di kuartal pertama, di kuartal kedua sudah membaik apalagi di kuartal ketiga,” ujarnya dalam paparan publik virtual, Rabu (14/9/2022).

Dia melanjutkan, saat ini SMSM justru mendapat efek positif dari konflik tersebut, karena permintaan produk ke Rusia yang semakin meningkat.  

“Mungkin karena kesulitan suplai barang dari Eropa dan sekitarnya, kami harapkan demand ini akan terus berlangsung ke depannya,” imbuh Andri.

Pada semester I/2022, SMSM membukukan penjualan bersih yang naik 17 persen menjadi Rp2,30 triliun, dari Rp1,97 triliun pada semester pertama 2021.

Penjualan domestik menyumbang 37 persen pendapatan, atau senilai Rp848 miliar, dan ekspor mencatatkan porsi 63 persen senilai Rp1,45 triliun.

Ekspor ke negara Asia selama enam bulan pertama tahun ini tercatat senilai Rp615 miliar, atau 27 persen dari keseluruhan penjualan, disusul penjualan ke Amerika sebanyak Rp40 miliar, Eropa Rp222 miliar, Australia Rp172 miliar, dan sisanya ke Afrika senilai Rp43 miliar.

Segmen filter menjadi penyumbang terbesar penjualan SMSM, yakni sebesar 69 persen atau senilai Rp1,59 triliun sepanjang semester I/2022, sisanya dikontribusikan oleh segmen distribusi sebesar 29 persen, radiator 11 persen, karoseri 7 persen, dan lain-lain 10 persen.

Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun meningkat 20 persen senilai Rp377 miliar, dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp314 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper