Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sederet Strategi Medco Energi (MEDC) Hadapi Tantangan Semester II/2022

Sejumlah strategi seperti penyelesaian integrasi Blok Corridor dan pengembangan proyek pembangkit listrik akan menjadi fokus Medco Energi Internasional (MEDC)
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 September 2022  |  14:27 WIB
Sederet Strategi Medco Energi (MEDC) Hadapi Tantangan Semester II/2022
Pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla, Sumatra Utara. Pembangkit berkapasitas 3x110 megawatt ini dikelola Medco Power Indonesia bersama Inpex, Itochu, Ormat and Kyushu Electric. - Medco Power
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) optimistis dapat mempertahankan kinerja positifnya hingga akhir tahun ini. Sejumlah strategi seperti penyelesaian integrasi Blok Corridor dan pengembangan sejumlah proyek pembangkit listrik akan menjadi fokus perusahaan.

Amri Siahaan, Chief Administrative Officer MEDC menjelaskan, MEDC mencatatkan kinerja yang positif pada paruh pertama tahun 2022 seiring dengan kondisi pasar yang kondusif. Pertumbuhan kinerja MEDC pada semester I/2022 ditopang oleh kenaikan permintaan pasar terhadap minyak dan gas serta tren harga komoditas yang tinggi.

“Dengan kondisi market yang akan semakin baik di semester II/2022 kami optimistis kinerja pada semester I/2022 dapat dipertahankan,” jelas Amri dalam acara Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).

Seiring dengan hal tersebut MEDC menetapkan produksi minyak dan gas tahun ini mencapai 155 juta barel per hari (mboepd) dengan proforma produksi 170 mboepd untuk sisa 2022. Jumlah ini naik dari target sebelumnya yang ditetapkan di angka 160 juta barel per hari.

Dia menjelaskan kenaikan target produksi seiring dengan prospek permintaan gas yang masih baik. MEDC juga menargetkan biaya produksi migas masih di bawah US$10 per barel.

Amri melanjutkan, MEDC juga akan fokus merampungkan integrasi Blok Corridor yang diakuisisi pada awal tahun ini. Sejauh ini, proses integrasi berjalan sesuai rencana dan nantinya akan menghasilkan sinergi operasional, pengadaan dan komersial senilai US$39 juta tiap tahunnya.

Dalam bisnis ketenagalistrikan, MEDC telah berhasil mengoperasikan pembangkit listrik swasta atau independent power producer (IPP) Riau 275 MW dan Sumbawa Solar PV 26 megawatt peak (MWp) pada semester I/2022.

MEDC akan melanjutkan pengembangan Solar PV Bali 5x25 MWp dan Geotermal Ijen 30 MW yang diperkirakan memperoleh Final Investment Decision (FID) pada kuartal IV/2022. Total panduan penjualan untuk bisnis Ketenagalistrikan pada 2022 adalah 3.500 GWh.

Amri melanjutkan, MEDC juga akan merampungkan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) untuk blok Corridor, Natuna, dan Senoro hingga akhir tahun ini. Adapun, proyek lapangan Hiu di South Natuna Sea Block B telah berhasil memproduksi gas pertamanya pada semester I/2022.

“Produksi dari proyek ini akan membantu kontribusi produksi gas perusahaan mulai paruh kedua tahun ini,” pungkas Amri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medco medco energi internasional medc energi migas
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top