Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bumi Resources Bilang Belum Maksimalkan Harga Batu Bara, Kok Bisa?

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) belum bisa menikmati kenaikan harga batu bara yang sempat mencapai rekor akibat fenomena La Nina.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 07 September 2022  |  14:23 WIB
Bumi Resources Bilang Belum Maksimalkan Harga Batu Bara, Kok Bisa?
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA –  Harga batu bara masih memanas meskipun mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (7/9/2022). PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) bakal fokus menggenjot produksi di tengah kendala fenomena La Nina.

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara global masih di level US451,25 per ton, turun 12,5 poin atau 2,70 persen dari hari sebelumnya sempat mencapai US$463 per ton.

Direktur dan Sekretaris Korporasi BUMI Dileep Srivastava memperkirakan harga acuan batu bara global masih akan berkisar antara US$350 – US$450 per ton setidaknya sepanjang tahun ini.

“Faktor utama kenaikan harga ini karena gap antara permintaan batu bara dan pasokannya makin besar. Pasokan selalu statis atau bahkan menurun sementara permintaan makin besar di mana-mana,” kata Dileep kepada Bisnis, Rabu (7/9/2022).

Di sisi lain pendanaan juga berkurang baik dari institusi lokal, global, dan perbankan. Adapun, sumber energi lainnya seperti energi batu terbarukan belum bisa memenuhi permintaan dan menggantikan penggunaan bahan bakar fossil.

Dileep mengatakan saat ini yang menjadi hambatan bagi BUMI adalah karena produksinya terhambat musim hujan terus menerus karena fenomena alam La Nina.

“Jika cuacanya sudah membaik kami akan berupaya meningkatkan produksi agar dapat menikmati momentum kenaikan harga,” kata Dileep kepada Bisnis, Rabu (7/9/2022).

Sementara ini, BUMI juga masih memprioritaskan produksinya untuk dialirkan ke pasar domestik dan memenuhi DMO daripada ekspor.

“Jika musim hujan mereda, produksi bisa terkejar, dan kualitas membaik, kami akan mempertimbangkan masuk ke pasar lainnya seperti pasar Eropa,” imbuh Dileep.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumi resources batu bara bumi La Nina
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top