Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pasar Pantau Potensi Pasokan dari Iran, Harga Minyak Fluktuatif

Harga minyak WTI berbalik menguat setelah sempat melemah, sedangkan Brent memangkas pelemahan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Agustus 2022  |  18:47 WIB
Pasar Pantau Potensi Pasokan dari Iran, Harga Minyak Fluktuatif
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah fluktuatif pada awal pekan ini, di saat investor menimbang prospek lebih banyak pasokan dari Iran karena prospek pertumbuhan ekonomi melemah.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (22/8/2022), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berbalik menguat 0,5 persen atau 0,45 poin ke level US$91,22 per barel pada pukul 17.58 WIB, setelah sempat melemah 1,7 persen ke US$89.

Di sisi lain, harga minyak Brent berjangka terpantau melemah 0,13 persen atau 0,13 poin ke level US$96,59 per barel.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden berbicara hari Minggu dengan para pemimpin dari Prancis, Jerman, dan Inggris mengenai rencana menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dengan Iran, yang dapat menyebabkan kembalinya pasokan dari produsen OPEC tersebut.

Minyak mentah telah membalikkan semua penguatn sejak invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari karena kekhawatiran atas penurunan ekonomi. Selisih waktu menandakan berkurangnya kekhawatiran atas pasokan yang ketat, sementara penguatan dolar AS juga menambah hambatan terhadap komoditas.

Biden dan sekutu Eropa-nya membahas negosiasi yang sedang berlangsung menuju kesepakatan nuklir, termasuk kebutuhan untuk memperkuat dukungan bagi mitra di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, Iran mengajukan tanggapannya terhadap kerangka kerja yang diajukan oleh UE pada pada 15 Agustus untuk sebuah kesepakatan. Tanggapan ini kemudian direspons UE sebagai konstruktif.

Kepala analis komoditas SEB AB Bjarne Schieldrop mengatakan pasar minyak kini berada dalam situasi ekonomi makro yang memburuk dengan kenaikan suku bunga, kekeringan, kendala Covid-19 di China, dan krisis energi yang buruk di Eropa.

“Bahwa pasar minyak tampaknya menempatkan probabilitas tinggi pada kemungkinan dimulainya kembali kesepakatan nuklir Iran,” kata Schieldrop, dikutp Bloomberg, Senin (22/8 ).

Meskipun ada risiko bearish dari potensi kembalinya pasokan Iran, produksi di Kazakhstan terus menghadapi gangguan. Pemuatan minyak mentah hanya berlanjut di salah satu dari tiga terminal Konsorsium Pipa Kaspia, yang berarti permintaan klien dipenuhi dengan volume yang lebih rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah wti minyak mentah harga minyak mentah harga minyak brent iran
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top