Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Intraco Penta (INTA) Diversifikasi Bisnis, Manfaatkan Lonjakan Harga Komoditas

Tahun ini, program kerja Intraco Penta (INTA) termasuk restrukturisasi pinjaman bank dan penetrasi pasar alat berat dengan produk LiuGong Machinery.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 19 Agustus 2022  |  18:41 WIB
Intraco Penta (INTA) Diversifikasi Bisnis, Manfaatkan Lonjakan Harga Komoditas
Pekerja melakukan perawatan alat berat articulate dump truck di workshop PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (25/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Intraco Penta Tbk. (INTA) akan memperlebar segmen bisnisnya dengan melakukan diversifikasi usaha seiring dengan tren kenaikan harga komoditas global.

Direktur Utama Intraco Penta Petrus Halim mengatakan tahun ini INTA akan melanjutkan upaya diversifikasi bisnis utama ke sektor lainnya selain industri pertambangan. Menurutnya, diversifikasi bisnis perlu dilakukan perusahaan seiring dengan tren harga komoditas global yang tinggi.

Petrus mengatakan, diversifikasi ini akan mengacu di kompetensi perusahaan di sektor alat berat. Meski demikian, ia belum dapat memastikan sektor yang akan digarap oleh INTA pada diversifikasi tersebut.

“Kami terbuka untuk melihat semua peluang di seluruh segmen bisnis yang sesuai dengan kemampuan perusahaan. Tren harga komoditas yang bagus jadi momentum kritikal untuk dimanfaatkan,” jelas Petrus dalam paparan publik insidental, Jumat (19/8/2022).

Selain itu, INTA juga memaparkan sejumlah program kerja perseroan pada 2022. Hal tersebut meliputi restrukturisasi pinjaman bank, penetrasi pasar alat berat dengan produk LiuGong Machinery, serta fokus terhadap bisnis kelistrikan Perseroan yang sudah ada saat ini

Untuk itu sejumlah strategi akan dilakukan pada tahun ini guna mengoptimalkan kinerja perseroan. Salah satunya mengoptimalkan usaha perdagangan alat berat dan mendorong penjualan suku cadang dengan jaringan distribusi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Adapun, fokus lain perseroan di tahun 2022 juga mencakup pengajuan restrukturisasi kepada kreditur INTA. Hal tersebut, lanjut Petrus, perlu dilakukan guna menjaga arus kas Perseroan.

Lebih lanjut, INTA juga akan melakukan efisiensi biaya operasional dan re-organisasi, serta membentuk tim khusus dalam upaya untuk percepatan penagihan terhadap piutang yang sudah jatuh tempo.

Hingga semester I/2022, INTA membukukan pendapatan usaha sebesar Rp334,35 miliar, meningkat 18,30 persen year on year (yoy) dibandingkan pendapatan usaha INTA pada semester I/2021 sebesar Rp282,62 miliar.

Meski demikian, INTA masih membukukan rugi bersih sebesar Rp40,15 miliar. Angka tersebut menurun 56,61 persen yoy dibandingkan rugi bersih di semester I/2021 sebesar Rp92,54 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

intraco penta Kinerja Emiten harga komoditas
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top