Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Investasi Bitcoin Blackrock hingga Cuan Emtek di BUKA

Selain berita Blackrock gandeng Coinbase, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndone
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 15 Agustus 2022  |  08:53 WIB
Top 5 News BisnisIndonesia.id: Investasi Bitcoin Blackrock hingga Cuan Emtek di BUKA
Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan manajemen aset terbesar dunia yang bermarkas di Amerika Serikat, BlackRock Inc, baru-baru ini menawarkan produk investasi melalui bitcoin untuk pertama kalinya. Meski saat ini, pasar bitcoin masih dalam tren penurunan.

Berita tentang Blackrock gandeng Coinbase menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id

Berikut ini highlight Bisnisindonesia.id, Sabtu (6/8/2022):

  1. Blackrock Gandeng Coinbase, Mampu Bawa Bitcoin Cs Reli?

BlackRock Inc mengungkapkan bahwa produk investasi melalui bitcoin dapat menjadi pilihan menarik bagi investor.

Terlepas dari penurunan tajam di pasar aset digital, perusahaan manajemen aset terbesar di dunia ini masih melihat minat yang besar dari beberapa klien institusional tentang cara mengakses aset kripto ini secara efisien dan hemat biaya menggunakan teknologi dan kemampuan produk mereka.

Sejauh ini, BlackRock telah menggarap proyek di empat bidang aset digital, seiring potensi keuntungan dan peluang pasar modal yang lebih luas, di antaranya stablecoin, blockchain, aset kripto, dan tokenisasi. CEO BlackRock Larry Fink mengatakan kepercayaan investor kepada bitcoin pun sudah mulai menguat.

  1. Target Tak Realistis Pemerintah Genjot Ekspor Tekstil

Pemerintah membidik ekspor tekstil dan produk tekstil dapat melonjak hingga 25 persen tahun ini. Target ini ditetapkan di tengah gejolak ekonomi yang berlangsung sepanjang 2022.

Pemerintah menargetkan ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional mencapai kisaran US$13 miliar - US$14 miliar pada 2022. Jumlah ini setara Rp188,50 triliun hingga Rp103 triliun. Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat realisasi ekspor TPT pada 2021 senilai US$10,5 miliar.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis target tersebut bakal terealisasi. Situasi ini didorong oleh beberapa faktor yang dinilai cukup berefek signifikan, di antaranya, pertumbuhan pesat penjualan melalui platform e-commerce serta kesadaran konsumen soal prinsip keberlanjutan pada proses produksi tekstil.

  1. Mengejar Laju Cepat Pasar Sepeda Motor Listrik

Alva menambah daftar penjang merek sepeda motor listrik yang mengaspal di Indonesia, menyusul peluncurannya di GIIAS 2022, 11-21 November, di BSD City, Tangerang. Sebelumnya, belasan merek berlomba menampilkan pesona untuk menggaet pembeli di PEVS 2022.

Melihat potensi besar kendaraan listrik di Indonesia dan sejalan dengan fokus GIIAS 2022 dalam mengedepankan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, Alva memperkenalkan merek Alva dan produk pertama mereka Alva One.

Bukan sekadar menghadirkan motor listrik, Alva  juga menawarkan lifestyle mobility solution. Demi memberikan keamanan dan kenyamanan konsumen, Alva juga menyiapkan call center dan road emergency assistance selama 24 jam untuk menjamin kenyamanan pengguna selama beraktivitas.

  1. Penilaian Lo Kheng Hong & Strategi BMTR Meski Tak Bagi Dividen

Lo Kheng Hong menjadi satu-satunya investor individu yang berstatus sebagai pemegang saham BMTR dengan kepemilikan di atas  5 persen, tepatnya sebanyak 6,38 persen per 29 Juli 2022.

Namun, baru baru ini BMTR memutuskan tidak membagi dividen dari hasil laba bersih untuk tahun buku 2021. Situasi itu tak lantas membuat Lo Kheng Hong melepas saham BMTR.

Lo kheng Hong atau yang kerap disapa Pak Lo itu mengaku tidak ambil pusing dengan langkah manajemen yang tak membagikan dividen. Sebab, Warren Buffet-nya Indonesia mengatakan laba yang tidak dibagikan dapat memperkuat modal usaha, pertumbuhan, dan kinerja sehingga dapat meningkatkan laba.

“Kala labanya meningkat tentu harga sahamnya juga akan meningkat,” ujar Pak Lo kepada Bisnis.

Menurutnya, dengan meningkatnya harga saham, para pemegang saham juga akan memperoleh capital gain atau pendapatan kapital.Pak Lo menilai tidak mendapatkan dividen berpotensi memperoleh capital gain yang lebih besar.

  1. Keluarga Sariaatmadja Lewat Grup Emtek EMTK Panen Cuan Bukalapak

Tak hanya memanen cuan dari investasi di bisnis dompet digital DANA, keluarga Sariaatmadja melalui Grup PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) juga menumpuk pundi-pundi melalui investasi di PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA).

Bahkan investasi Grup Emtek di Bukalapak tercatat menjadi portofolio investasi yang paling menguntungkan pada semester I/2022. 

Emtek melalui PT Kreatif Media Karya memiliki 24,63 persen saham di BUKA. Adapun pendapatan BUKA tercatat meningkat sebesar 96 persen dari semester I/2021 sebesar Rp863 miliar, menjadi Rp1,691 triliun pada semester I/2022.

Bukalapak juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,59 triliun pada semester I/2022, atau berhasil membalikkan rugi bersih sebesar Rp767 miliar pada semester I/2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin tekstil lo kheng hong
Editor : Emanuel B. Caesario
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top