Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Adik Prabowo Berhasil Kirim Gandum dan Jagung dari Ukraina, Kok Bisa?

Harves dan Comexindo, perusahaan adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo, berhasil mengirim gandum dari Ukraina.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 10 Agustus 2022  |  18:04 WIB
Perusahaan Adik Prabowo Berhasil Kirim Gandum dan Jagung dari Ukraina, Kok Bisa?
Ladang gandum -
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo mengirim pasokan gandum dari Ukraina yang telah tertahan sejak awal tahun ini karena perang antara negara tersebut dengan Rusia.

Dikutip dari Nikkei Asia pada Rabu (10/8/2022), 50.000 ton biji-bijian telah diangkut menggunakan kapal Riva Wind yang telah tiba di Istanbul, Turki pada Selasa (9/8/2022). Kapal itu tercatat sebagai pengiriman komersial pertama sejak kesepakatan yang ditengahi oleh PBB pada bulan lalu.

Kapal berbendera Kepualuan Marshall itu tercatat dimiliki oleh perusahaan perdagangan pertanian Amerika Serika-Swiss Harvest Commodities. Kapal yang bertolak dari Kota Odesa, Ukraina itu akan menuju Iskenderun yang merupakan salah satu kota di Turki.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kapal itu membawa pasokan gandum untuk Harves dan Comexindo International yang merupakan anak perusahaan dari Grup Arsari Indonesia yang merupakan perusahaan milik Hashim yang bergerak di bidang agribisnis, pertambangan, dan perdagangan.

Selain mengirim pasokan gandum, dengan kapal MV Arizona yang bertolak dari Chornomorsk pada Senin (8/8/2022) telah mengangkut sebanyak 49.000 ton jagung untuk Harvest dan Comexindo. Kapal itu diketahui tengah menuju Irak dengan melintasi lautan Turki.

Lebih lanjut, laporan itu juga menyebutkan bahwa kedua perusahaan tersebut juga mengangkut gandum Rusia ke dua kapal lainnya yakni White Shark dengan muatan 25.000 ton gandum yang akan menuju Mesir dan kapal MV Bronco yang mengangkut 20.000 ton gandum ke Angola. Namun, kedua kapal tersebut terlacak masih bersandar di Pelabuhan Novorossiysk, Rusia.

"Ini adalah pengiriman pertama dari banyak pengiriman di mana Comexindo International membeli biji-bijian dari petani Rusia dan Ukraina dan menjualnya ke pembeli Internasional. Indonesia adalah negara netral dan akan tetap menjadi pihak netral," kata Hashim seperti dikutip dari Nikkei Asia, Rabu (10/8/2022).

Dikutip dari LinkedIn, Comexindo International telah secara massif berinvestasi dalam produksi jagung skala besar untuk memenuhi permintaan yang kuat dari industri dalam negeri sejak 2004.

Comexindo telah mengembangkan operasi khusus untuk pasar komoditas global. Dengan perusahaan induk yang berbasis di Singapura, Comexindo telah mengembangkan jaringan bisnis yang menjangkau seluruh dunia, dengan kehadiran di negara-negara seperti Malaysia, Vietnam & Swiss.

Divisi perdagangan juga dipercaya untuk mengembangkan bisnis dengan pertumbuhan ekonomi besar seperti India, China. Kegiatan perdagangan Comexindo saat ini meliputi bijih besi, batu bara, produk baja seperti hot-rolled coil (HRC), dan mengembangkan perdagangan kapas mentah, serta komoditas pertanian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Hashim Djojohadikusumo prabowo subianto Perang Rusia Ukraina gandum jagung impor
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top