Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Produsen Beras Cap Topi Koki (HOKI) Naik Jadi Rp434,08 Miliar

Penjualan HOKI selama kurun Januari—Juni 2022 tercatat naik 1,00 persen, dari sebelumnya Rp429,75 miliar pada semester I/2021 menjadi Rp434,08 miliar.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 Agustus 2022  |  18:59 WIB
Penjualan Produsen Beras Cap Topi Koki (HOKI) Naik Jadi Rp434,08 Miliar
Komisaris Utama (Independen) PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) Jonathan Jochanan (dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Sukarto Bujung, Direktur Budiman Susilo dan Direktur Muliati seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (27/7/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pemasok beras cap Topi Koki, PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) membukukan kenaikan penjualan sepanjang semester I/2022. Meski demikian, kenaikan beban pokok mengakibatkan laba perseroan tergerus selama 6 bulan pertama tahun ini.

Penjualan HOKI selama kurun Januari—Juni 2022 tercatat naik 1,00 persen, dari sebelumnya Rp429,75 miliar pada semester I/2021 menjadi Rp434,08 miliar.

Kenaikan penjualan ditopang oleh naiknya penjualan beras sebesar 1,02 persen secara tahunan menjadi Rp426,88 miliar, dari sebelumnya Rp422,55 miliar. Sementara itu, pendapatan dari jasa sewa pembangkit listrik tetap di angka Rp7,2 miliar.

Beban pokok penjualan HOKI tercatat naik 1,46 persen, dari Rp375,39 miliar menjadi Rp369,99 miliar. Kenaikan terutama disebabkan oleh bertambahnya beban bahan baku dan pengemas sebesar 1,43 persen secara tahunan menjadi Rp352,70 miliar, dari Rp347,71 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Seiring dengan naiknya beban pokok penjualan, laba kotor HOKI tercatat turun 1,78 persen menjadi Rp58,68 miliar dari sebelumnya Rp59,75 miliar. Laba usaha HOKI terpantau ikut turun 12,76 persen menjadi Rp19.08 miliar dibandingkan dengan Rp21,87 miliar pada semester I/2022.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I/2022 sebesar Rp7,27 miliar atau turun 3,76 persen yoy dibandingkan dengan Rp7,56 miliar pada semester I/2021.

Sampai akhir Juni 2022, total aset HOKI tercatat turun 1,58 persen dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2021 menjadi Rp973,43 miliar.

Penurunan terutama disebabkan oleh berkurangnya piutang usaha pihak ketiga sebesar 8,63 persen dari Rp282,17 miliar pada 31 Desember 2021 menjadi Rp257,81 miliar per 30 Juni 2022. Turunnya persediaan sebesar 30,92 persen menjadi Rp103,36 miliar juga menjadi kontributor penurunan aset selama 6 bulan terakhir.

Sementara itu, liabilitas HOKI juga turun 6,88 persen menjadi Rp298,40 miliar pada 30 Juni 2022, dari Rp320,45 miliar pada 31 Desember 2021.

Dalam paparan publik belum lama ini, Direktur HOKI Budiman Susilo meyakini perseroan tetap bisa merealisasikan target pertumbuhan kinerja di kisaran 10—15 persen pada tahun ini, didukung oleh optimisme pada produk daily meal.

“Perseroan sangat optimistis produk daily meal bisa menambah secara konsolidasi terhadap pendapatan. Kami merasa target 10 persen masih realistis,” kata Budiman.

Kontribusi private label diharapkan bisa mencapai 2–5 persen dari total pendapatan HOKI dari produk daily meal. Dia mengatakan tren permintaan produk tersebut cukup baik, terutama di kalangan konsumen yang lebih memilih beras yang lebih sehat.

“Beberapa supermarket atau modern trade dan e-commerce sangat antusias dan meminta kami untuk segera masuk dengan produk ini,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Buyung Poetra Sembada HOKI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top