Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Chandra Asri (TPIA) Gandeng Mobil Listrik MAB Milik Moeldoko

Kerja sama TPIA dan MAB untuk mewujudkan target pengurangan emisi karbon 29 persen pada 2030, sekaligus mempercepat penggunaan kendaraan listrik dalam negeri.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 08 Agustus 2022  |  12:15 WIB
Chandra Asri (TPIA) Gandeng Mobil Listrik MAB Milik Moeldoko
Pekerja beraktivitas pada proyek pengaspalan berbahan campuran plastik yang diproduksi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. di kawasan BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (21/7/2022). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan petrokimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) baru saja membeli dua unit bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa (MAB).

Direktur Human Resources & Corporate Affairs Chandra Asri Suryandi mengatakan perseroan bekerja sama dengan MAB untuk mewujudkan target pengurangan emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030, sekaligus mempercepat penggunaan kendaraan listrik dalam negeri.

“Pengoperasian bus listrik dari MAB ini juga merupakan investasi bagi Chandra Asri, karena dapat memberikan efisiensi dari segi biaya operasional,” ujar Suryandi dalam keterangan resmi, Senin (8/8/2022).

Lebih lanjut, program ini merupakan inisiatif TPIA yang sebelumnya telah mengoperasikan 53 unit E-Forklift dan memanfaatkan panel surya sebagai pasokan alternatif listrik di warehouse untuk mengurangi emisi karbon dalam kegiatan operasional.

MAB yang didirikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tersebut membuat bus listrik tipe MD 12-E NF City dengan daya tempuh 250 kilometer per sekali pengisian daya, dan tidak memiliki emisi gas buang langsung sehingga lebih ramah lingkungan.

Dengan mengoperasikan bus listrik, Chandra Asri dapat memotong konsumsi solar mencapai 13.776 liter per tahun, sehingga mereduksi emisi hingga 2.070 metrik kg karbon dioksida (CO2e).

Selain itu, penggunaan bus listrik ini juga dapat memangkas 25,1 metrik kg karbon monoksida (CO), dan menghilangkan keluaran limbah B3 berupa oli bekas.

Direktur Utama MAB, Kelik Irwantono menyampaikan, pembelian dua unit bus listrik MAB oleh Chandra Asri merupakan dukungan hasil karya anak bangsa, sekaligus kontribusi untuk mengurangi emisi karbon.

“MAB akan terus berkomitmen mengembangkan produk-produk kendaraan listrik, termasuk menghasilkan produk kendaraan listrik yang berkualitas untuk Indonesia yang semakin ramah lingkungan,” ujar Kelik.

Bus EV MAB telah dilengkapi teknologi Driver Safety Monitoring (DSM) yang dapat memberikan Driver Behavior Analysis untuk memantau perilaku pengemudi, serta teknologi TAM Fleet yang bisa memberikan peringatan jika laju kendaraan melewati batas kecepatan.

Rencananya, bus akan mulai beroperasi pada Januari 2023 mendatang di pabrik Chandra Asri yang berlokasi di Cilegon.

Sebelumnya, Chandra Asri menggandeng beberapa perusahaan guna mendukung energi hijau, seperti PT Pertamina Gas (Pertagas) dalam proyek penyediaan bahan baku jaringan pipa gas, dan pengembang properti Sinar Mas Land, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) untuk pemasangan aspal menggunakan campuran sampah plastik kresek.

Selama kuartal I/2022, TPIA mencatatkan peningkatan pendapatan bersih sebesar 13 persen menjadi US$677,7 juta. Peningkatan ini mendapat sentimen dari konflik geopolitik Rusia-Ukraina yang memicu naiknya harga minyak mentah di atas US$100 per barel.

Secara year-to-date (ytd), saham TPIA telah melesat 27,59 persen, namun pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (8/8/2022) terpantau stagnan di posisi Rp9.250 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chandra asri moeldoko PT Mobil Anak Bangsa
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top