Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penurunan Saham Tesla dan Meta Bikin Wall Street Bergejolak

Wall Street ditutup beragam pada Sabtu (6/8/2022) dengan indeks S&P 500 melemah tertekan Tesla dan Meta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Agustus 2022  |  08:08 WIB
Penurunan Saham Tesla dan Meta Bikin Wall Street Bergejolak
Wall Street ditutup beragam pada Sabtu (6/8/2022) dengan indeks S&P 500 melemah tertekan Tesla dan Meta. Bloomberg - Michael Nagle
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wall Street ditutup beragam pada Sabtu (6/8/2022) dengan indeks S&P 500 melemah tertekan Tesla dan Meta.

Penurunan terjadi setelah laporan pekerjaan yang kuat menggagalkan optimisme baru-baru ini bahwa Federal Reserve mungkin menghentikan kampanye agresifnya untuk mengendalikan inflasi tinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 76,65 poin atau 0,23 persen, menjadi menetap di 32.803,47 poin. Indeks S&P 500 turun 6,75 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 4.145,19 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 63,03 poin atau 0,50 persen, menjadi ditutup di 12.657,55 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumer non-primer dan komunikasi masing-masing tergelincir 1,66 persen dan 0,88 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi terangkat 2,04 persen, menjadi kelompok berkinerja terbaik seiring kenaikan harga minyak.

Untuk minggu ini, indeks Dow kehilangan 0,1 persen, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq yang padat teknologi masing-masing menguat 0,4 persen dan 2,2 persen.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (5/8/2022) bahwa pengusaha AS menambahkan 528.000 pekerjaan baru pada Juli, melebihi ekspektasi. Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 3,5 persen, lebih rendah dari perkiraan ekonom 3,6 persen.

Laporan tersebut menambah data terbaru yang melukiskan gambaran optimis ekonomi terbesar dunia setelah mengalami kontraksi pada paruh pertama tahun ini. Itu menumpulkan ekspektasi investor bahwa The Fed mungkin akan menghentikan serangkaian kenaikan suku bunga yang bertujuan untuk mendinginkan ekonomi.

"Dari perspektif kebijakan moneter, pertumbuhan lapangan kerja yang kuat di atas inflasi yang terlalu tinggi adalah banyak alasan untuk tetap mengetatkan kebijakan," Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial dikutip dari Antara.

Tesla jatuh 6,6 persen dan sangat membebani S&P 500 dan Nasdaq. Meta Platforms pemilik Facebook kehilangan 2,0 persen dan Amazon merosot 1,2 persen, juga menurunkan indeks.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik karena peluang kenaikan suku bunga 75 basis poin pada September meningkat. Itu membantu saham bank, dengan JPMorgan naik 3,0 persen, dan membantu Dow Jones Industrial Average tetap di wilayah positif.

Fokus sekarang beralih ke data inflasi yang akan dirilis minggu depan, dengan harga konsumen tahunan AS diperkirakan akan melonjak sebesar 8,7 persen pada Juli setelah kenaikan 9,1 persen pada Juni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street Tesla Motors indeks standard & poor's 500 Harga Minyak
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top