Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Berkelanjutan: Sampoerna Beri Perhatian Lebih pada UMKM dan Lingkungan

HM Sampoerna meningkatkan komitmen pada pembangunan berkelanjutan dengan memberikan perhatian lebih pada pengembangan kewirausahaan, UMKM, dan lingkungan
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  16:33 WIB
Pembangunan Berkelanjutan: Sampoerna Beri Perhatian Lebih pada UMKM dan Lingkungan
Foto: Dok. HM Sampoerna
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) meningkatkan komitmen pada pembangunan berkelanjutan dengan memberikan perhatian lebih pada pengembangan kewirausahaan, UMKM, dan lingkungan. Sejumlah aksi nyata telah dilakukan oleh afiliasi Philip Morris International (PMI) itu.

Selain berbagai prestasi untuk perhatian kepada lingkungan, emiten berkode HMSP ini nyatanya telah mengembangkan dan berkontribusi positif dalam pengembangan UMKM. Hal ini dilakukan melalui dua program utama melalui payung program keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia, yaitu Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC).

Chief Sustainability Officer Philip Morris International (PMI) Jennifer Motles mengatakan bahwa aspek keberlanjutan (sustainability) sangat penting bagi PMI, perusahaan induk Sampoerna. Keberlanjutan tidak hanya berarti melakukan suatu yang baik dan benar, tetapi juga memastikan dampak positif upaya tersebut dirasakan oleh seluruh pemangku kepentingan perusahaan.

“Jadi kami harus memikirkan cara mengalokasikan sumber daya dan memastikan pengalokasian tersebut memiliki dampak semaksimal mungkin dalam hal keberlanjutan,” katanya.

Lahirkan Wirausaha Melalui SETC

Direktur Urusan Eksternal Sampoerna, Elvira Lianita, juga menyampaikan PMI percaya bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya tergantung pada profit tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat di sekitar fasilitas produksi. Atas dasar itu, pada 2007, Sampoerna menghadirkan pelatihan kewirausahaan melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).

“SETC dibuka sejak 2007 di Pasuruan, luasnya sekitar 27 hektare (ha). Di sana, kami memberikan fasilitas pelatihan untuk melatih warga sekitar perihal bagaimana mereka bisa memulai usaha. Jadi, kita memberdayakan mereka untuk menjadi independen,” tambahnya.

Pelatihan yang diberikan di SETC, katanya, sangat beragam dengan tujuan bisa memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat. Beberapa pelatihan yang sudah diberikan antara lain pengolahan makanan, teknik pengemasan yang baik, hingga pengelolaan keuangan dan akses pasar.

Sampoerna tidak membantu dari sisi permodalan dengan tujuan agar para pelaku UMKM dapat membangun rasa memiliki terhadap usaha yang dirintisnya. Sampoerna juga membentuk komunitas UMKM sehingga bisa saling memotivasi untuk sukses.

Hingga sejauh ini, tercatat lebih dari 56.000 orang telah mendapatkan pelatihan di SETC. Beberapa pelaku usaha binaan SETC telah berhasil meningkatkan usaha dan bahkan ada yang melakukan ekspor.

“Inilah bentuk yang dilakukan Sampoerna sebagai upaya untuk ikut berperan dalam menggerakkan ekonomi nasional,” katanya.

Digitalisasi Toko Kelontong Melalui SRC

Dukungan Sampoerna bagi pelaku usaha juga ditunjukkan dengan kehadiran SRC sejak 2008. Melalui program ini, Sampoerna membantu toko kelontongan untuk naik level masuk ke dunia digital.

VP Operations Sustainability PMI, Mimi Kurniawan, mengatakan bahwa saat ini jumlah anggotanya telah mencapai lebih dari 165.000 toko, atau jauh lebih banyak daripada beberapa tahun lalu.

“Itu pertumbuhan yang luar biasa. Melihat toko ritel bisa berkembang, bukan hanya fisik tokonya tetapi juga cara pengelolaan toko, itu suatu yang sangat luar biasa,” katanya.

Sebagai informasi, Sampoerna melalui SRC membantu membina toko kelontong agar bisa bertahan, serta mengembangkan usaha hingga mampu bersaing dengan ritel modern. Hal positifnya, kehadiran SRC berhasil mengerek omset toko kelontong yang mayoritas dimiliki para ibu.

SRC pertama kali dibentuk di Medan, Sumatra Barat. Setelah mengalami perjalanan panjang, Sampoerna kemudian memberikan dukungan digitalisasi bagi toko kelontong anggota SRC dengan aplikasi AYO SRC.

Melalui aplikasi Ayo SRC, pemilik toko dapat memesan barang karena terkoneksi dengan para pedagang besar. Barang dapat langsung diantar, sehingga pemilik tidak perlu menutup toko untuk belanja barang jualan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hm sampoerna umkm
Editor : Media Digital
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top