Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Nikel Melonjak, Vale Indonesia INCO Catat Pertumbuhan Laba 155 Persen Semester I/2022

Vale Indonesia INCO membukukan lonjakan laba bersih pada semester I/2022 di tengah peningkatan harga nikel walaupun volume penjualan menurun.
Vale Indonesia INCO membukukan lonjakan laba bersih pada semester I/2022 di tengah peningkatan harga nikel walaupun volume penjualan menurun. /ANTARA-Basri Marzuki
Vale Indonesia INCO membukukan lonjakan laba bersih pada semester I/2022 di tengah peningkatan harga nikel walaupun volume penjualan menurun. /ANTARA-Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tambang logam PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dan entitas anaknya mencatatkan pertumbuhan laba sepanjang semester I/2022 di tengah lonjakan harga jual nikel.

Pada semester I/2022, INCO membukukan pendapatan US$564,54 juta, naik dari sebelumnya US$414,95 juta pada semester I/2021. Laba bersih melonjak 155,94 persen yoy menjadi US$150,45 juta dari sebelumnya US$58,78 juta.

Dari sisi operasional, INCO menjual 27.013 ton nikel matte per Juni 2022, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya 30.692 ton. Namun, realisasi harga jual rata-rata naik menjadi US$20.899 per ton pada semester I/2022 dari sebelumnya US$13.520 per ton.

Pada kuartal kedua 2022 mengantongi laba sebesar US$82,8 juta, bertumbuh hingga 22 persen dibandingkan dengan laba pada kuartal sebelumnya.

CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia Febriany Eddy, mengatakan, peningkatan laba diraih meskipun volume produksi pada semester I/2022 sekitar 13 persen lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh adanya pelaksanaan proyek pembangunan kembali Tanur 4.

"Laba kami tetap positif dalam siklus komoditas yang sulit ini karena kami fokus pada upaya kami untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Selain itu, perseroan telah diuntungkan oleh kondisi harga nikel yang baik pada triwulan ini," kata Febri dalam keterangan resmi, Kamis (28/7/2022).

INCO merealisasikan harga jual rata-rata sebesar 40 persen lebih tinggi pada kuartal II/2022 yang menghasilkan pendapatan 40 persen lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.

Beban pokok pendapatan grup juga meningkat dari US$142,3 juta pada menjadi US$213,9 juta terutama didorong oleh harga komoditas dan royalti yang lebih tinggi.

Adapun, EBITDA INCO pada kuartal II/2022 sebesar US$163,4 juta. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan EBITDA pada kuartal I/2022 sebesar US$116,2 juta. Kas dan setara kas perseroan pada 30 Juni 2022 dan 31 Maret 2022 masing-masing sebesar US$585,9 juta dan US$518,0 juta.

Pada kuartal kedua 2022 perseroan juga mengeluarkan belanja modal sekitar US$44,8 juta. Jumlah ini sekitar 6 persen lebih tinggi dibandingkan belanja modal yang pada kuartal I/2022.

Vale Indonesia akan senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas. Kami akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktivitas dan penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utamanya, yaitu keselamatan jiwa merupakan hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas kita," imbuh Febri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper