Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Taro (AISA) RUPS Besok, Simak Rencana Manajemen Benahi Kinerja

FKS Food Sejahtera (AISA) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen besok (27/7/2022) sehubungan dengan penjajakan pinjaman sindikasi.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  12:21 WIB
Produsen Taro (AISA) RUPS Besok, Simak Rencana Manajemen Benahi Kinerja
Makanan ringan produksi FKS Food Sejahtera (AISA) - Istimewa.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen makanan ringan Taro PT FKS Food Sejahtera Tbk. (AISA) berencana menarik pinjaman bank senilai Rp613 miliar dan menyiapkan rencana ekspansi dengan menambah kapasitas produksi perseroan

AISA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen, besok (27/7/2022). RUPS ini sehubungan dengan transaksi pemberian jaminan atas rencana penjajakan pinjaman FKS Group hingga US$350 juta dengan opsi tambahan hingga US$100 juta.

Manajemen AISA menjelaskan, apabila rencana transaksi dapat dilakukan, maka akan berakibat pada pertambahan aset tetap setidak-tidaknya sampai dengan Rp613 miliar karena adanya fasilitas sindikasi yang diterima oleh perseroan.

“Rencana transaksi ini pula, apabila berhasil dilakukan, akan mengakibatkan perseroan memperoleh pula manfaat-manfaat lain,” kata manajemen AISA dalam prospektus resmi, dikutip Selasa (26/7/2022).

AISA menjabarkan lima manfaat lain tersebut yakni pertama, perseroan menerima pembiayaan jangka panjang dengan suku bunga yang kompetitif, dalam hal ini tidak terdapat hubungan afiliasi antara perseroan sebagai debitur dengan pihak kreditur.

Kedua, AISA mendapatkan grace period pembayaran selama 3 tahun sehingga perseroan dapat mengalokasikan dana yang ada selama tiga tahun tersebut untuk fokus pada pengembangan usaha.

Ketiga, dengan adanya fasilitas yang didapat, maka AISA dapat meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi, dan kontinuitas proses pembenahan kinerja yang selama ini telah dijalankan oleh perseroan.

Transaksi pinjaman dinilai dapat mendorong penjualan dan pertumbuhan yang baik. Dengan adanya peningkatan pada akun penjualan, maka akun penerimaan kas akan dapat meningkat pula.

Keempat, AISA berpeluang melakukan perbaikan efisiensi sehingga  dapat memberikan nilai tambah lebih berupa biaya produksi yang dapat menjadi lebih kompetitif.

Kelima, AISA berpotensi meningkatkan kapasitas produksi yang ada sehingga dapat meningkatkan pula pangsa pasar atas produk-produk yang dibutuhkan oleh konsumen selaras dengan permintaan pasar.

FKS Food membukukan penjualan bersih senilai Rp448,91 miliar pada kuartal I/2022. Jumlah itu meningkat 28,30 persen dibandingkan penjualan neto di periode yang sama tahun lalu Rp349,88 miliar. AISA pun menderita rugi bersih Rp13,30 miliar per 31 Maret 2022. Di periode yang sama tahun lalu, perseroan masih meraih laba bersih Rp2,17 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aisa RUPS pinjaman Emiten Konsumsi
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top