Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Utilisasi Armada Bisa 90 Persen, Blue Bird (BIRD) Yakin Kinerja 2022 Melesat

Hingga kuartal II/2022, seiring dengan mulai terkendalinya pandemi, utilisasi armada Blue Bird telah mencapai lebih dari 90 persen pada hari-hari tertentu.
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten taksi, PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menargetkan pertumbuhan kinerja dua digit pada 2022. Target tersebut menjaga momentum pendapatan yang sudah tumbuh 40 persen hingga kuartal I/2022.

Direktur Utama Blue Bird Sigit Djokosoetono menjelaskan tren industri transportasi nasional memiliki pertumbuhan paling tinggi dibandingkan sektor industri lainnya di Indonesia pada 2022.

"Mengingat hal itu, kami optimis mampu memenuhi target pertumbuhan secara double digit seperti yang telah kita capai pada awal tahun ini. Kami berhasil membukukan pendapatan sebesar 40 persen atau lebih baik dari pertumbuhan sebelum pandemi," jelasnya kepada Bisnis, Kamis (21/7/2022).

Menurutnya, proyeksi kinerja positif tersebut sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat, perseroan mencatatkan rebound pendapatan yang jauh melampaui pencatatan Januari 2022 sebagai wujud peningkatan permintaan layanan Blue Bird.

Bahkan sepanjang semester I/2022 ditandai dengan pertumbuhan positif dua kuartal secara berturut-turut sejak pandemi melanda pada Maret 2020.

Hingga kuartal II/2022, seiring dengan mulai terkendalinya pandemi, utilisasi armada Blue Bird telah mencapai lebih dari 90 persen pada hari-hari tertentu.

"Hal ini menunjukan implikasi kepercayaan diri masyarakat untuk bepergian bersama Blue Bird sebagai solusi mobilitas terpercaya," terangnya.

Pada kuartal I/2022, emiten bersandi BIRD ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp674 miliar, naik sebesar 40,4 persen dari Rp480 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Laba kotor juga meningkat menjadi Rp176 miliar dari Rp83 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba operasional perusahaan juga meningkat menjadi sebesar Rp35 miliar dari rugi operasional Rp47 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

EBITDA perseroan juga mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebanyak 89 persen menjadi Rp149 miliar pada kuartal pertama 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper