Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Minat Lelang SUN Meningkat, Pasar Menanti Hasil RDG BI

Kondisi pasar keuangan domestik saat ini diwarnai sikap wait and see investor menunggu hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20-21 Juli 2022.
Pialang berjalan di Gedung Bursa Efek Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Pialang berjalan di Gedung Bursa Efek Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA – Minat terhadap lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini, Selasa (19/7/2022) dinilai masih cukup positif di tengah sikap investor yang menunggu hasil rapat Dewan Gubrenur Bank Indonesia dan keputusan dari The Fed.

Direktur SUN Direktorat Jenderal Penglolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan dalam keterangan resminya menyebutkan, kondisi pasar keuangan domestik saat ini diwarnai sikap wait and see investor menunggu hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada minggu ini, serta keputusan FOMC The Fed akhir Juli 2022.

Meningkatnya inflasi AS untuk Juni 2022 pada level 9,1 persen secara tahunan (yoy), merupakan level tertinggi sejak November 1981 mendorong kekhawatiran investor bahwa The Fed akan lebih agresif untuk melakukan pengetatan kebijakan moneternya.

Meski demikian, minat investor pada lelang SUN hari ini membaik, tercermin dari meningkatnya penawaran masuk (incoming bids) dari lelang sebelumnya sebesar Rp25,98 triliun menjadi Rp29,46 triliun yang secara bid to cover ratio meningkat menjadi 2,48 kali dibanding sebelumnya 1,88 kali.

“Seri benchmark dengan tenor 5 dan 10 tahun kembali mendominasi permintaan investor pada lelang hari ini, yang mencapai 68,06 persen dari total incoming bids dan 86,77 persen dari total penawaran yang dimenangkan (awarded bids),” katanya dikutip dari keterangan resmi, Selasa (19/7/2022).

Selain itu, incoming bids terbesar masih pada tenor 10 tahun yaitu sebesar Rp15,29 triliun atau 51,91 persen dari total incoming bids dan dimenangkan sebesar Rp6,35 triliun, 53,50 persen dari total awarded bids.

Deni melanjutkan, partisipasi investor asing pada lelang kali ini sebesar Rp4,76 triliun atau 16,17 persen dari total incoming bids. Jumlah tersebut meningkat dari lelang sebelumnya sebesar Rp3,57 triliun. “Mayoritas investor asing masuk pada tenor 5 dan 10 tahun. Penawaran tersebut dimenangkan sebesar Rp1,57 triliun atau 32,86 persen dari total incoming bids,” jelasnya

Secara umum, level rerata imbal hasil tertimbang atau weighted average yield (WAY) yang dimenangkan pada lelang SUN hari ini mengikuti kondisi pasar saat ini yang masih cenderung risk-off terpengaruh kondisi normalisasi suku bunga global, sehingga level WAY naik 3 - 10 basis poin dibandingkan level pasar penutupan hari sebelumnya.

Dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder dan rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2022, maka pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp11,87 triliun. Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2022, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper