Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi Saham Harian 1,4 Juta Kali, BEI Juara di Asean

Frekuensi transaksi saham harian di Bursa Efek Indonesia menjadi yang paling tinggi di Asean.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 14 Juli 2022  |  11:27 WIB
Transaksi Saham Harian 1,4 Juta Kali, BEI Juara di Asean
Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022/2026. Frekuensi transaksi saham harian di Bursa Efek Indonesia menjadi yang paling tinggi di Asean.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan pertumbuhan frekuensi transaksi harian di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekaligus menempati posisi pertama di ASEAN yang mencapai 1,4 juta kali.

Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam keterangan resmi menyampaikan IHSG berhasil menembus level 7.000 pada tahun ini dan mencatatkan nilai tertinggi sepanjang masa di level 7.276 pada 21 April 2022 lalu.

Menurutnya di tengah tantangan global saat ini, investor masih optimis dengan pasar modal Indonesia yang tercermin pada pertumbuhan indeks sebesar 2,41 persen year to date (ytd) per Jumat (8/7/2022).

Iman mengungkapkan aktivitas perdagangan di bursa terlihat cukup baik. Di mana terjadi pertumbuhan pada frekuensi transaksi harian, rata-rata nilai transaksi, hingga rata-rata volume transaksi.

“Peningkatan juga terjadi pada frekuensi transaksi harian, yaitu sebesar 13,2 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu mencapai 1,4 juta kali dan BEI menempati posisi pertama di ASEAN dalam hal ini,” ungkap Iman dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (14/7/2022).

Selain itu, rata-rata nilai transaksi hingga awal bulan Juli 2022 mencapai Rp15,8 triliun, dan rata-rata volume transaksi per hari telah mencapai 23,4 juta saham.

Hingga 8 Juli 2022, Iman mengungkapkan BEI telah mencatatkan efek baru yang terdiri dari 25 pencatatan efek saham, 3 obligasi baru, dan 1 ETF baru.

Sementara itu, per Juni 2022, jumlah investor telah mengalami peningkatan 22 persen menjadi 9,1 juta investor untuk total investor saham, obligasi, dan reksa dana berdasarkan Single Investor Identification (SID).

Khusus untuk investor saham, peningkatan telah terjadi sebesar 16 persen menjadi 4 juta investor saham.

Sementara itu, meski IHSG sempat menembus level tertinggi pada 21 April 2022, pergerakan IHSG semenjak Mei 2022 hingga saat ini justru memasuki tren pelemahan.

Data akhir Juni 2022 menunjukkan, IHSG telah melemah 2,26 persen dalam tiga bulan terakhir, dan turun 3,32 persen dibandingkan dengan Mei 2022.

Berdasarkan data Bloomberg, pukul 11.08 WIB, pada Kamis (14/7/2022), indeks berada di level 6.671,52. Di mana sepanjang hari tercatat menguat 0,46 persen setelah tiga hari lalu tertekan.

Terkait tren pelemahan ini, Direktur Perdagangan BEI Irvan Susandy saat dihubungi Bisnis mengungkapkan bahwa penyebabnya sama dengan isu-isu bursa di negara lain yaitu terkait dengan tekanan finansial global dan inflasi.

“Jadi BEI pergerakan indeksnya relatif sejalan dengan pergerakan indeks-indeks bursa utama di dunia,” terang Iman kepada Bisnis, Rabu (13/7/2022).

Kekuatan pasar modal Indonesia juga disampaikan oleh Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya sebelumnya yang menyebutkan bahwa IHSG menjadi satu-satunya indeks yang tercatat menguat sepanjang tahun di kawasan Asia-Pasifik.

Sementara indeks lain di kawasan Asia Pasifik tersebut sepanjang tahun justru mengalami pelemahan.

“[Pelemahan terjadi] karena ke breakdown sama pasar AS yang bearish,” ungkap Hariyanto dalam acara Media Day: Juni Mirae Asset Sekuritas, dikutip Kamis (14/7/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI transaksi saham asean bursa efek indonesia Iman Rachman
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top