Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rekomendasi Aset Kripto Potensial, Berani Beli?

Krisis dunia kripto akibat anjloknya nilai Terra Luna tidak menyurutkan minat investor terhadap aset kripto.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 20 Mei 2022  |  17:50 WIB
Ilustrasi kondisi bearish dan bullish di pasar modal - Bitcoin.com
Ilustrasi kondisi bearish dan bullish di pasar modal - Bitcoin.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar kripto mulai bergerak positif setelah sebelumnya diguncang krisis anjloknya harga token Terra Luna.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono menjelaskan, pergerakan pasar kripto yang mulai positif merupakan angin segar menjelang akhir pekan.

Afid menilai, dilihat dari sisi teknikal terlihat kondisi imbas dari para pelaku pasar yang mulai gencar melakukan aksi beli. Hal ini dilakukan setelah para investor yakin sejumlah aset kripto oversold.

“Kondisi ini secara teknikal membuat adanya kemungkinan investor melakukan pembelian sehingga harga kripto berpeluang naik," ujar Afid dalam keterangan resmi, Jumat (20/5/2022).

Lebih lanjut, Afid mencontohkan pergerakan bitcoin (BTC) yang telah oversold dengan pergerakan downtrend yang signifikan dan konsisten dalam waktu lama.

Kini, BTC bergerak dan diperdagangkan pada kisaran harga US$30.000 sampai dengan US$31.000. Level support BTC berada di titik US$27.500, sedangkan level resistance di US$35.000 untuk bull run.

Namun, indikator tersebut bukan berarti pasar kripto sudah sepenuhnya stabil. Tindakan para pelaku pasar masih dibayangi sentimen ketidakpastian ekonomi, yaitu dari inflasi, kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed), serta adanya kemungkinan resesi.

Afid melanjutkan, investor dilanda kekhawatiran akan pelemahan ekonomi global di masa depan yang bisa berujung pada resesi, sehingga daya beli masyarakat pun menurun.

Bank sentral berbagai negara pun akan mengerek suku bunga acuan secara agresif untuk mengatasi inflasi. Imbasnya, pertumbuhan konsumsi dan investasi pun akan terhambat.

Kecemasan investor berakibat pada peralihan investasi uang dari pasar modal ke aset yang lebih aman.

Sementara itu, drama stablecoin Terra Luna dan UST juga diprediksi akan membuat investor tidak berselera terhadap pasar kripto dalam jangka pendek.

"Market kripto ya terpukul dan berdampak, tapi itu jadi efek jangka pendek. Dalam jangka panjang, permintaan kripto terutama stablecoin sebagai instrumen investasi dan lindung nilai terhadap inflasi fiat akan terus tumbuh,” imbuh Afid.

Berdasarkan data situs CoinMarketCap pada Jumat (20/5/2022) sejumlah kripto, terutama 10 aset yang berkapitalisasi besar atau big cap mulai bergerak menuju zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Dalam 24 jam terakhir, bitcoin tercatat meningkat 4,66 persen ke level harga US$30.216, disusul Ethereum yang juga naik 5,68 persen ke harga US$2.031.

Sementara itu, Tether dan USD Coin juga naik tipis 0,02 persen hingga 0,03 persen masing-masing menjadi US$0,9992 dan US$1.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency mata uang kripto aset kripto
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top