Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal I/2022 Laba Indika Energy (INDY) Tembus Rp1 Triliun, Produksi Batu Bara 8,1 Juta Ton

PT Indika Energy Tbk. (INDY) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada kuartal I/2022 yang ditopang anak usahanya, yakni Kideco dan MUTU.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 20 Mei 2022  |  17:14 WIB
Kuartal I/2022 Laba Indika Energy (INDY) Tembus Rp1 Triliun, Produksi Batu Bara 8,1 Juta Ton
Layar menampilkan Vice President Director dan Group CEO PT Indika Energy Tbk. Azis Armand memberikan pemaparan saat sesi diskusi bertema "Prospek Sektor Energi Terbarukan 2022" dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenge 2022 di Jakarta, Kamis (16/12/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten milik konglomerat keluarga Sudwikatmono, PT Indika Energy Tbk. (INDY) membukukan pertumbuhan kinerja pada kuartal I/2022 seiring dengan moncernya bisnis batu bara.

Indika Energy dalam laporan keuangan per Maret 2022 menyebutkan pendapatan US$830,79 juta atau setara Rp11,93 triliun (kurs Jisdor Rp14.357 pada 31 Maret 2022). Raihan pendapatan itu naik 58,19 persen year on year (yoy) dari sebelumnya US$525,16 juta per Maret 2021.

"Salah satu faktor dari peningkatan ini adalah indeks harga batubara Newcastle yang meningkat menjadi US$263,7 per ton pada kuartal I/2022 dari sebelumnya US$ 86,1per ton pada kuartal I/2021," papar Azis Armand, Wakil Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Jumat (20/5/2022).

Sepanjang kuartal I/2022, Indika energy memproduksi 8,1 juta ton batubara yang terdiri dari PT Kideco Jaya Agung (Kideco) yang memproduksi 7,7 juta ton dan PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) yang memproduksi 400.00 ton.

Laba kotor INDY tercatat sebesar US$260,8 juta, atau meningkat 145,3 persen dibandingkan sebelumnya US$106,3 juta. Marjin Laba Kotor perseroan juga naik menjadi 31,4 persen dari sebelumnya 20,2 persen yang terutama disebabkan oleh peningkatan kinerja Kideco dan MUTU.

INDY berhasil meraih laba bersih US$75,04 juta atau sekitar Rp1,08 triliun pada kuartal I/2022. Raihan laba berbalik dari rugi bersih US$9,36 juta pada kuartal I/2021.

Indika Energy menggelontorkan kas untuk investasi US$84,15 juta pada kuartal I/2022 dari sebelumnya US$58,06 juta. Kas dan setara kas pada akhir periode mencapai US$1,09 miliar dari US$577,84 juta per kuartal I/2021.

Liabilitas Indika Energy mencapai US$2,99 miliar per Maret 2022, naik dari akhir 2021 senilai US$2,8 miliar. Liabilitas jangka pendek per Maret 2022 sejumlah US$1,29 miliar, sedangkan jangka panjang US$1,7 miliar.

Ekuitas Indika Energy sejumlah US$1 miliar per Maret 2022, tumbuh dari sebelumnya US$883,71 juta. Total aset INDY mencapai US$3,99 miliar, naik dari US$3,69 miliar pada akhir 2021.

Pada penutupan perdagangan Jumat (20/5/2022), saham INDY ditutup naik 11,33 persen atau 290 poin menjadi Rp2.850. Kapitalisasi pasarnya sebesar Rp14,85 triliun dengan valuasi PER 3,45 kali. Sepanjang 2022, saham INDY naik 84,47 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy indy batu bara Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top