Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyebab IHSG Bisa Turun Lagi Hari Ini, Cek Rekomendasi Sahamnya

IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.533-6.649 hari ini setelah 4 sesi tertekan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 13 Mei 2022  |  07:38 WIB
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terus di zona merah sepanjang pekan pasca Lebaran ini. Perdagangan hari terakhir pekan ini, Jumat (13/5/2022) menjadi pertaruhan indeks komposit kembali ke zona hijau.

Kemarin, IHSG parkir pada posisi 6.599,84 atau melemah 3,17 persen. Sepanjang hari, IHSG bergerak pada rentang 6.576-6.802.

Tercatat, 97 saham menguat, 480 saham melemah dan 112 saham bergerak ditempat. Investor asing tercatat membukukan aksi net foreign sell Rp712,3 miliar. Investor asing tercatat paling banyak melego saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp806,6 miliar.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengungkapkan kombinasi kekhawatiran tingginya tingkat inflasi Amerika Serikat dan respons The Fed menaikan suku bunga FFR kembali mendorong Indeks DJIA ditutup turun hari ke-6 sebesar 0,33 persen.

Bahkan Indeks saham berbasis teknologi Nasdaq sudah masuk ke dalam fase bearish karena sudah turun 29 persen dari level tertinggi mereka.

Sementara itu, Indeks Saham Blue Chips S&P sebentar lagi masuk dalam fase bearish jika turun lebih dari 20 persen dari level tertingginya, saat ini Indeks S&P sudah turun 18 persen dari level tertingginya.

"Jika kejatuhan Indeks DJIA tersebut dikombinasikan dengan tajamnya kejatuhan EIDO sebesar 3,41 persen dan turunnya harga komoditas Gold 1,7 persen dan CPO turun 1,81 persen berpotensi menjadi sentimen negatif bagi perdagangan di Bursa Indonesia Jumat ini," ungkapnya dalam riset, Jumat (13/5/2022).

Di lain pihak, kondisi kondusif diharapkan datang saham-saham berbasis batu bara, minyak, timah, dan nikel menyusul reboundnya harga komoditas yang menjadi patokan saham tersebut.

Edwin memperkirakan IHSG bergerak pada rentang 6.533-6.649. Adapun, saham-saham yang mendapat rekomendasi beli secara teknikal ITMG, SAMF, INDF, MIKA, ASII, DMAS, BMRI, dan PTBA.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top