Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Alami Penguatan, Sore Nanti Potensi Tutup di 6.900

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (11/5/2022) dan berpotensi tutup di level 6.900.
Pandu Gumilar & Lorenzo Mahardhika
Pandu Gumilar & Lorenzo Mahardhika - Bisnis.com 11 Mei 2022  |  12:33 WIB
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (14/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (14/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (11/5/2022) dan berpotensi tutup di level 6.900.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.30 WIB IHSG parkir pada posisi 6.860,59 atau naik 0,6 persen. Sepanjang sesi pertama IHSG bergerak pada rentang 6.796,29 - 6.902,21.

Tercatat, 363 saham menguat, 168 saham melemah dan 156 saham bergerak ditempat. Investor asing tercatat membukukan aksi net foreign buy Rp96,8 miliar.

Investor asing tercatat membeli saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar Rp154,4 miliar, atau yang terbanyak sejauh ini.

Menyusul dibelakangnya adalah PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) senilai Rp7,4 miliar dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar Rp6,8 miliar.

Analis Kanaka Hits Solvera Wijen Pontus mengatakan IHSG masih berpotensi tembus ke level 6.900.

“IHSG kemarin membentuk hammer setelah sempat turun ke bawah 6.700. Meskipun turun di bawah 6.700, harusnya IHSG masih ontrack berada di akhir wave [ii] selama tidak turun ke bawah 6.648. Pagi ini, IHSG masih akan berpotensi naik dan tutup gap di level 6900,” katanya pada Rabu (11/5/2022).

Analis OCBC Sekuritas Hendry Andrean menjelaskan saham-saham di Asia-Pasifik tampak bersiap memulai di zona merah pada Rabu (11/5/2022) karena investor menunggu rilis data inflasi dari China dan AS.

"China akan merilis data inflasi hari ini, bersama indeks harga konsumen dan indeks harga produsen April. Rilis data datang ketika daratan terus memerangi wabah Covid-19 terburuk sejak fase awal pandemi pada awal 2020," jelasnya dalam riset, Rabu (11/5/2022).

Di sisi lain, indeks harga konsumen AS April juga akan dirilis Rabu di Amerika Serikat, dan diperkirakan akan sedikit di bawah 8,5 persen ketika pada Maret yang dapat menandakan inflasi telah mencapai puncaknya.

Dari dalam negeri, BPS catat inflasi 0,95 persen pada April 2022 dan Bank Indonesia memastikan pemulihan ekonomi Indonesia akan berlanjut pada kuartal I/2022.

Dengan sentimen dalam negeri yang masih positif dan analisis teknikal IHSG sudah mengalami jenuh jual.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham unilever prediksi ihsg
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top