Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lebarkan Sayap di Industri Nikel, Harum Energy (HRUM) Caplok Saham Westrong US$75 Juta

HRUM melalui anak usahanya mengakuisisi 250.000 saham baru PT Westrong Metal Industry (WMI), setara 20 persen modal ditempatkan dan disetor.
Operasional tambang milik PT Harum Energy Tbk./harumenergy.com
Operasional tambang milik PT Harum Energy Tbk./harumenergy.com

Bisnis.com, JAKARTA –  PT Harum Energy Tbk (HRUM) melalui anak usahanya, PT Harum Nickel Industry (HNI), mengakuisisi 250.000 saham baru PT Westrong Metal Industry (PT WMI) yang mewakil 20 persen dari total modal ditempatkan dan disetor PT WMI dengan harga US$75 juta.

PT WMI merupakan perseroan terbatas yang bergerak dalam bidang pemurnian nikel (smelter). Smelter milik PT WMI yang menggunakan teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF).

Rencananya, pembangunan smelter WMI akan mulai dibangun tahun ini berikut infrastrukturnya di dalam wilayah Kawasan Industri Weda Bay (Indonesia Weda Bay Industrial Park) di Kabupaten Halmahera Tengah.

Nantinya smelter WMI akan memiliki kapasitas produksi tahunan antara 44.000 - 56.000 ton nikel dalam bentuk ferronickel/nickel pig iron.

“Tujuan dari transaksi yang dilakukan oleh Perseroan adalah untuk lebih mengembangkan dan memperluas kegiatan usaha perseroan ke industri nikel yang merupakan realisasi dari strategi diversifikasi usaha jangka panjang perseroan,” jelas Direktur Utama HRUM Ray A. Gunara, dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (9/4/2022).

HRUM menegaskan, tidak ada dampak material dari pengambila bagian saham WMI terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan.

Setelah mengumumkan pengambilan bagian saham ini, saham HRUM pada perdagangan Senin (9/5/2022) mengalami penurunan 525 poin atau 4,56 persen ke posisi 11.000. Emiten dengan kapitalisasi pasar Rp29,74 triliun ini mencatatkan penjualan oleh asing senilai Rp44.41 miliar.

Sepanjang 2022 berjalan, harga saham HRUM sudah tumbuh 6,54 persen. Sedangkan, dalam setahun harganya tumbuh 120,44 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper