Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kantongi Penjualan Rp1,2 Triliun, Laba Bersih Panca Budi Idaman (PBID) Malah Turun

Panca Budi Idaman mampu mencetak penjualan bersih sebesar Rp1,24 triliun pada kuartal I/2022, naik 19,26 persen
Plastik kemasan Panca Budi Idaman. Selain diversifikasi produk, perseroan juga masih akan melakukan strategi memperluas pangsa pasar dan jaringan distribusi, meningkatkan kualitas produk dan brand value, dan melakukan efisiensi operasional tentu juga menjalankan protokol kesehatan yang baik. /Panca Budi Idaman.
Plastik kemasan Panca Budi Idaman. Selain diversifikasi produk, perseroan juga masih akan melakukan strategi memperluas pangsa pasar dan jaringan distribusi, meningkatkan kualitas produk dan brand value, dan melakukan efisiensi operasional tentu juga menjalankan protokol kesehatan yang baik. /Panca Budi Idaman.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen kemasan plastik PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID) mencatatkan peningkatan kinerja pendapatan sepanjang kuartal I/2022.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Panca Budi Idaman mampu mencetak penjualan bersih sebesar Rp1,24 triliun, naik 19,26 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,04 triliun.

Peningkatan penjualan perseroan didorong oleh meningkatnya jumlah penjualan plastik kemasan sebesar Rp853,56 miliar pada kuartal I/2022, naik 27,30 persen dibandingkan dengan Rp670,49 miliar pada periode yang sama setahun sebelumnya.

Namun, penjualan biji plastik perseroan turun 2,76 persen, dari Rp301,16 miliar pada kuartal I/2021 menjadi Rp292,84 miliar pada 3 bulan pertama 2022.

Peningkatan penjualan ini turut mengerek naik beban pokok penjualan perseroan sebesar 24,25 persen, menjadi Rp1,0 triliun, dari Rp807,33 miliar secara YoY.

Kenaikan beban pokok penjualan yang lebih besar daripada pertumbuhan penjualan membuat perseroan hanya menikmati kenaikan laba kotor sebesar 2,10 persen secara YoY menjadi Rp239,61 miliar, dari Rp234,66 miliar.

Dengan kinerja tersebut, emiten berkode saham PBID ini tercatat membukukan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 3,58 persen, dari Rp121,47 miliar menjadi Rp117,12 miliar.

Hingga akhir Maret 2022, perseroan mencatatkan peningkatan aset menjadi Rp2,97 triliun, dari Rp2,80 triliun di akhir 2021.

Jumlah liabilitas perseroan juga bertambah dari Rp524,10 miliar di akhir Desember 2021, menjadi Rp579,07 miliar di akhir Maret 2022. Begitu pula dengan jumlah ekuitas yang naik menjadi Rp2,39 triliun di akhir Maret 2022, dari Rp2,80 triliun pada akhir 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper