Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Menipis, Reli Harga Jagung Kian Tak Terbendung

Pasukan Rusia telah mengepung kota pelabuhan Mariupol yang menyebabkan terhambatnya pengiriman jagung dari Laut Hitam.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 19 April 2022  |  14:21 WIB
Pekerja mengeringkan jagung yang baru dipipil di Desa Balongga, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (6/9/2021). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional khusus untuk sektor pertanian jagung hingga akhir Agustus 2021 telah mencapai Rp1,76 triliun yang disalurkan kepada 72.070 debitur. ANTARA FOTO - Basri Marzuki
Pekerja mengeringkan jagung yang baru dipipil di Desa Balongga, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (6/9/2021). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional khusus untuk sektor pertanian jagung hingga akhir Agustus 2021 telah mencapai Rp1,76 triliun yang disalurkan kepada 72.070 debitur. ANTARA FOTO - Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA – Harga jagung terus melanjutkan relinya setelah menembus level tertinggi dalam 1 dekade seiring dengan menipisnya pasokan ditengah perang di Ukraina dan penanaman yang lamban di Amerika Serikat. 

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (19/4/2022), harga jagung berjangka di bursa Chicago naik hingga 0,8 persen ke US$8,1375 per bushsel, atau tertinggi sejak 2012.

Kenaikan harga terjadi seiring dengan perang antara Rusia–Ukraina yang semakin memanas. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyebutkan, pasukan Rusia telah memulai upaya untuk menguasai wilayah Donbas di timur Ukraina.

Pasukan Rusia telah mengepung kota pelabuhan Mariupol yang menyebabkan terhambatnya pengiriman jagung dari Laut Hitam. Pengiriman jagung dari wilayah ini mencakup seperlima dari total ekspor jagung global.

Menipisnya pasokan dari Ukraina membuat pembeli melirik pasar AS untuk mendapatkan jagung. Departemen Agrikultur AS melaporkan sejumlah penjualan jagung ke China yang melebihi 1 juta ton pada bulan ini.

Sementara itu, Pemerintah China menyebutkan pasokan biji-bijian negara tersebut masih mencukupi. China juga berencana untuk melapas cadangan tersebut untuk menopang ketersediaan.

Di sisi lain, pasokan jagung dari amerika utara juga kurang mencukupi seiring dengan lambatnya proses penanaman. Sejauh ini, jumlah jagung yang tertanam di AS baru mencapai 4 persen dari total lahan yang ada, atau menurun dari posisi 7 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas harga jagung Perang Rusia Ukraina
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top