Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Trisula Textile (BELL) Cetak Penjualan Ritel Rp84,5 Miliar di 2021

Produk ritel Trisula Textile (BELL) terdiri dari pakaian jadi dengan merek JOBB dan Jack Nicklaus yang sudah dipasarkan di berbagai wilayah strategis di Indonesia.
Proses texturizing di fasilitas produksi PT Trisula Textile Industries Tbk. Dalam tahap ini, benang-benang filament diproses dengan temperatur dan tekanan tertentusehingga menghasilkan efek keriting, ketebalan yang elastis, dan mempunyai crimp yang tinggi./trisulatextile.com
Proses texturizing di fasilitas produksi PT Trisula Textile Industries Tbk. Dalam tahap ini, benang-benang filament diproses dengan temperatur dan tekanan tertentusehingga menghasilkan efek keriting, ketebalan yang elastis, dan mempunyai crimp yang tinggi./trisulatextile.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tekstil dan garmen PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL) membukukan peningkatan penjualan ke ritel sepanjang tahun 2021.

Direktur BELL R Nurwulan Kusumawati menuturkan, sepanjang 2021 BELL berhasil meningkatkan penjualan ritel menjadi Rp84,5 miliar atau naik 12,1 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp75,3 miliar.

"Produk ritel BELL ini terdiri dari pakaian jadi dengan merek JOBB dan Jack Nicklaus yang sudah dipasarkan di berbagai wilayah strategis di Indonesia," ujar Nurwulan dalam keterangan resminya, Rabu (6/4/2022).

Nurwulan menjelaskan, JOBB merupakan merek produk lokal milik BELL yang terdiri dari jas, celana formal, pakaian casual, kemeja, dan sebagainya. Lalu, juga terdapat merek lisensi Jack Nicklaus yang lebih fokus untuk memproduksi pakaian casual.

“BELL bangga dapat membuat produk lokal sendiri yang mendapatkan banyak respon positif dari masyarakat. Kami terus mencari peluang dengan melakukan berbagai inovasi," tuturnya.

Sebagai informasi pada 2021, BELL memperoleh penjualan sebesar Rp428,2 miliar, atau terkoreksi 20,46 persen dari Rp538,2 miliar secara tahunan.

Meskipun terkoreksi dari periode sebelumnya, BELL memiliki pertumbuhan laba usaha sebesar 106,3 persen YoY dari Rp10,7 miliar di 2020, menjadi Rp22,18 miliar di 2021. Menurut Nurwulan, pertumbuhan laba usaha ini karena berbagai efisiensi yang dilakukan BELL sepanjang tahun 2021.

BELL juga tercatat mampu membalik kerugian menjadi laba yang diatribusikan ke induk menjadi Rp2,28 miliar, dari rugi bersih Rp15,5 miliar YoY.

Kemudian, sebagai upayanya dalam memperluas produk lokal di pasar internasional, pada tahun 2021 BELL juga berhasil meningkatkan penjualan ekspor 40,9 persen YoY.

"Ke depannya kami meyakini bahwa industri tekstil dan produk tekstil akan semakin membaik dan BELL mampu meraih kinerja yang lebih baik lagi,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper