Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Emiten Rokok HMSP dan GGRM Bergerak Kontras, Ini Alasannya

Saham produsen rokok Gudang Garam (GGRM) dan HM Sampoerna (HSMP) bergerak ke arah yang berlawanan.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 21 Maret 2022  |  14:06 WIB
Pekerja memproduksi rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) di salah satu pabrik rokok di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/12/2021). ANTARA FOTO - Yusuf Nugroho
Pekerja memproduksi rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) di salah satu pabrik rokok di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/12/2021). ANTARA FOTO - Yusuf Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA – Dua saham emiten rokok pada perdagangan hari ini, Senin (21/3/2022) terpantau bergerak kontras ke arah yang berbeda.

Berdasarkan data Bloomberg, emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) terkoreksi tajam, sedangkan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) menghijau.

GGRM terlihat menurun hingga 2.250 poin, atau terkoreksi 6,70 persen ke posisi 31.325. Sementara itu, HMSP naik 10 poin atau setara 1,11 persen ke posisi 910 hingga akhir sesi I perdagangan hari ini. 

Analis PT Maybank Sekuritas, Willy Goutama menilai, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja saham kedua emiten rokok tersebut. Beberapa hal dapat menjadi sentimen yang melemahkan saham, seperti kebijakan kenaikan pajak rokok yang lebih tinggi dari pemerintah.

Adapun faktor lain yang dapat membuat saham emiten rokok melemah di antaranya kesadaran akan kesehatan yang dapat berimbas pada penurunan jumlah perokok, dan juga perubahan preferensi konsumen. Pasalnya, ada segmen konsumen yang beralih ke rokok linting.

“Meningkatnya kesadaran kesehatan secara global dan kebijakan pemerintah untuk mengurangi kebiasaan merokok dapat membahayakan bisnis GGRM dan melukai selera investor terhadap saham,” papar Willy dalam hasil riset tertulis, (14/3/2022).

Sementara untuk HMSP, yang dapat menurunkan nilai saham emiten perusahaan yang telah berdiri sejak 1905 itu berkisar pada kebijakan jangka menengah pemerintah untuk meningkatkan cukai serta pengendalian konsumsi produk yang tidak sehat.

Lebih lanjut, kenaikan pajak yang lebih tinggi dari perkiraan atau adanya penambahan pajak baru pada perusahaan rokok turut menyumbang swing factors yang dapat melemahkan saham HMSP. Ditambah adanya lonjakan harga bahan baku yang menyebabkan biaya melambung.

Sementara itu, baik GGRM maupun HMSP dapat berpotensi mendongkrak saham jika produk baru mendapat daya tarik tersendiri bagi konsumen. Harga bahan baku yang turun seiring musim panen juga dapat menguatkan saham.

“Peraturan yang lebih ketat memerangi rokok ilegal yang (dapat) mendorong konsolidasi industri lebih cepat,” imbuh Willy.

Sejauh ini, adanya kesadaran akan gaya hidup sehat dapat menempatkan HMSP dan GGRM dalam posisi riskan. Sebabnya, selera pasar di sektor rokok akan berkurang sehingga menurunkan valuasi saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hm sampoerna emiten rokok gudang garam Cukai Rokok
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top