Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PREMIUM NOTES: Perang Bakar Duit ARTO, BBYB Cs. & Cuan Dividen ITMG

Indo Tambangraya (ITMG) menjadi salah satu emiten yang rajin membagikan dividen. Berapa potensinya?
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) merupakan salah satu emiten batu bara yang getol membagikan dividen jumbo bagi investornya.

Kenaikan harga batu bara yang di atas US$200 dolar per ton membuat pundi-pundi emiten ini makin tambun. Maukah manajemen membagikan dividen yang lebih besar?

1. Berburu Cuan Dividen Indo Tambangraya Megah (ITMG)

Emiten batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) berpotensi menyepakati keputusan pembagian dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan yang dihelat pekan depan.

Sejauh ini, manajemen memang belum membocorkan mata acara yang akan didiskusikan dalam form. Akan tetapi, bila melihat rekam jejak, ada kemungkinan cukup besar bahwa kesepakatan soal dividen akan menjadi salah satu menu pembahasan utama.

Hingga hari ini, ITMG memang termasuk sebagai salah satu emiten yang royal berbagi dividen. Perusahaan ini juga merupakan anggota IDX High Dividen 2020, indeks yang merangkum deretan emiten dengan kebijakan dividen jumbo.

Pembahasan lebih lanjut soal potensi dividen ITMG dapat dibaca pada artikel ini.

2. 'Adu Bakar Duit' Bank Jago (ARTO), Neo (BBYB) hingga Seabank, Siapa Paling Jor-joran?

Dalam setahun terakhir, bank-bank digital yang mendapat dukungan modal dari konglomerat raksasa seperti PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), hingga PT Bank Seabank Indonesia agresif melakukan promosi.

Berdasarkan rekapitulasi laporan keuangan, promosi agresif tersebut berdampak terhadap pembengkakan beban perusahaan masing-masing.

Dalam bisnis perusahaan berbasis teknologi, praktik bakar uang di awal memang bukan sesuatu yang baru. Namun, aksi bank-bank digital tersebut menjadi hal yang patut dicermati mengingat sebagian mereka menghimpun modal kerjanya dari dana investor publik.

Ulasan mengenai siapa bank yang paling jor-joran, serta bagaimana respons Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap situasi yang ada dapat Anda baca di artikel ini.

3. Membaca Ketahanan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan di Tengah 409.101 Tanda Tangan Penolakan

Keputusan pemerintah mengganti regulasi soal klaim Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan memunculkan berbagai diskusi baru di tengah masyarakat. Salah satunya adalah menyoal seberapa mampu sebenarnya pihak BPJS Ketenagakerjaan melakukan pengelolaan dana.

Sebagai gambaran, keputusan pemerintah yang kini hanya membolehkan pencairan JHT untuk pekerja berusia minimal 56 tahun sejauh ini memunculkan banyak penolakan.

Di laman change.org misalnya, petisi penolakan terhadap aturan yang dimuat dalam PM Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2022 tersebut telah ditandatangani 409.101 warganet.

Lantas, di tengah banjir penolakan tersebut, bagaimana sebenarnya kemampuan pengelolaan dana yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan?

Pembahasan selanjutnya dapat dibaca pada tautan ini.

4. Lo Kheng Hong Belanja Saham di 2 Sektor & Raih Capital Gain Miliaran

Sebagai gambaran, Pak Lo memiliki portofolio empat saham dengan kepemilikan di atas 5 persen. Masing-masing adalah PT Petrosea Tbk. (PTRO), PT Global Mediacom Tbk. (BMTR), PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN), dan PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL).

Lantas, di luar keempat emiten tersebut, saham apa yang diam-diam sedang diakumulasi Pak Lo?

Cerita selengkapnya dapat Anda baca dalam artikel di tautan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper