Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Naik, Analis Rekomendasikan Netral ke Saham Konsumer

Analis berharap meski PPKM diterapkan, dampak Covid-19 varian Omicron dapat dikelola dalam beberapa bulan mendatang sehingga menjadi pendorong bagi kinerja emiten konsumsi.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 13 Februari 2022  |  15:31 WIB
Kasus Covid-19 Naik, Analis Rekomendasikan Netral ke Saham Konsumer
Salah satu fasilitas produksi industri makanan. Istimewa - Kemenperin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyusul peningkatan jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, PPKM kali ini diterapkan dengan kebijakan yang lebih longgar untuk menjaga momentum pemulihan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengatakan meski PPKM diterapkan, pihaknya tetap berharap dampak Covid-19 varian Omicron dapat dikelola dalam beberapa bulan mendatang.

"Permintaan yang kuat akan memberikan kesempatan bagi perusahaan konsumer untuk lebih menyesuaikan harga jual rata-rata [average selling price/ASP], yang dapat mempertahankan margin," ujar Natalia dalam risetnya, dikutip Minggu (13/2/2022).

Dia menyebut beberapa perusahaan konsumer telah menaikkan harga produknya hingga akhir 2021. Perusahaan tersebut seperti PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) sebesar 5-8 persen, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) 3-4 persen, dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) 5-6 persen.

Pada awal tahun, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) juga menaikkan harga produknya, Tolak Angin, sedikit di atas inflasi. Dia melanjutkan, musim puasa yang dimulai awal April 2022 diharapkan mampu menarik permintaan atau menciptakan tarikan permintaan pada akhir Februari atau Maret 2022.

Menurut Natalia, hal ini akan mendukung pendapatan kuartal I/2022 yang kuat bagi perusahaan konsumen. Adapun BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan posisi netral bagi perusahaan di indeks konsumen non-siklus atau IDXNONCYCLICAL.

Pasalnya, kinerja indeks ini dalam tiga bulan terakhir masih berkinerja buruk, yakni turun 5,1 persen dalam tiga bulan akibat kinerja UNVR dan saham rokok. Akan tetapi, BRI Danareksa Sekuritas melihat beberapa saham mendapatkan momentum positif dengan prospek kuartal I/2022 yang solid.

Saham-saham tersebut seperti PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) dan SIDO yang mendapatkan momentum dari peningkatan konsumsi vitamin dan suplemen. BRI Danareksa Sekuritas memiliki rekomendasi beli untuk kedua saham tersebut masing-masing di target harga Rp1.900 dan Rp1.100.

Lalu ICBP yang masih diperdagangkan pada valuasi menarik, dan memiliki peluang untuk mendapatkan CPO dengan harga DMO yang akan mendukung margin.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli dengan target price (TP) Rp11.500. Saham terakhir adalah PT Integra Indocabinet Tbk. (WOOD) yang diharapkan berkinerja kuat pada 2021, yang akan menopang harga sahamnya. Saham WOOD direkomendasikan untuk beli dengan TP Rp1.200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham kalbe farma sido muncul Emiten Konsumsi PPKM
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top