Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impack Pratama (IMPC) Siapkan Akuisisi pada 2022

Impack Pratama Industri tengah menjajaki sejumlah akuisisi pada tahun ini.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 09 Februari 2022  |  17:14 WIB
Twinlite. PT Impack Pratama Industri Tbk memiliki varian produk lembaran atap Polycarbonate, Vynil, uPVC, Serat (Fiber) dan  Fiber Reinforced Polyester (FRP).  - Impack Pratama Industri
Twinlite. PT Impack Pratama Industri Tbk memiliki varian produk lembaran atap Polycarbonate, Vynil, uPVC, Serat (Fiber) dan Fiber Reinforced Polyester (FRP). - Impack Pratama Industri

Bisnis.com, JAKARTA - PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) menyampaikan akan melakukan sejumlah akuisisi pada 2022.

Corporate Finance and Investor Relation Manager Impack Pratama Industri Chairul Kurniawan mengatakan, pihaknya tengah menjajaki sejumlah akuisisi pada tahun ini.

"Akuisisi yang tengah kami jajaki, yaitu PC Sheet Manufacturer di Malaysia, kemudian di Thailand itu FRP roofing dan PC roofing," ujar Chairul dalam webinar Henan Putihrai Sekuritas, Rabu (9/2/2022).

Selain akuisisi, pihaknya juga akan mencoba membuka pabrik baru di Brisbane, Australia. Pabrik ini ditargetkan dapat terealisasi 2022 atau paling lambat semester I/2023.

Adapun untuk tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal Rp180 miliar pada 2022.

Selain akuisisi, Direktur Utama Impack Pratama Industri Haryanto Tjiptodihardjo menyampaikan, perseroan menyiapkan beberapa strategi untuk tahun ini untuk menggenjot kinerja.

Pertama, meningkatkan pertumbuhan bisnis organik dengan membuka peluang bisnis baru dan inovasi produk baru. Hal tersebut seperti yang dilakukan perseroan pada Januari 2022, yang resmi mengadakan grand launching untuk produk atap uPVC dengan harga terjangkau di bawah merk LaserTuff.

Kedua, memperkuat jaringan distribusi di area timur Indonesia. Perseroan berharap distribution center yang berlokasi di Surabaya bisa segera beroperasional di akhir kuartal I ini.

Ketiga, melanjutkan rencana akuisisi baik di dalam maupun di luar negeri untuk meraih sinergi dengan nilai valuasi transaksi yang wajar.

“Penentuan target tersebut didasari oleh kondisi pandemi yang terkendali dan kegiatan ekonomi secara umum yang berangsur telah membaik,” ucap Haryanto dalam keterangan resminya, Rabu (9/2/2022).

Adapun hingga penghujung tahun 2021, IMPC telah mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp2,2 triliun, dengan laba bersih diprediksi bisa menembus di atas Rp200 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akuisisi impack pratama industri impc
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top