Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HK Metals (HKMU) Tidak Punya Pengendali Saham, 100 Persen Punya Publik

HKMU kehilangan pengendali karena tidak ada lagi pihak yang memegang sahamnya di atas 5 persen.
Per kuartal III/2020, hanya produk aluminium dan baja ringan yang masih stabil penjualannya. Adapin pipa polivinil klorida (PVC), stainless steel, dan alat tukang mengalami penurunan signifikan./HK Metalsrnrn
Per kuartal III/2020, hanya produk aluminium dan baja ringan yang masih stabil penjualannya. Adapin pipa polivinil klorida (PVC), stainless steel, dan alat tukang mengalami penurunan signifikan./HK Metalsrnrn

Bisnis.com, JAKARTA - PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) tidak memiliki pemegang saham pengendali (PSP). Artinya, 100 persen sahamnya dimiliki oleh publik atau pemegang saham di bawah 5 persen.

Dalam keterangan HKMU di laman Bursa Efek Indonesia pada Senin (7/2/2022), HKMU kehilangan pengendali karena tidak ada lagi pihak yang memegang saham di atas 5 persen.

PT Hyamn Sukses Abadi (HSA) tercatat hanya mempunyai 3,05 persen saham setara dengan 98,36 juta lembar. Namun, per 31 Januari 2022, HSA tidak lagi memiliki saham HKMU.

Adapun publik tercatat memiliki 100 persen saham atau setara dengan 3,22 miliar lembar. Sementara itu, direksi tidak memiliki saham di perseroan. Hanya Komisaris HKMU Andriani yang memegang 10.000 saham HKMU.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham HKMU turun 1,96 persen atau 1 poin menjadi Rp50. Level Rp50 merupakan posisi saham terendah di BEI.

Sebelumnya, anak usaha PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU), PT Handal Aluminium Sukses (HAS), mencatatkan rekor ekspor baru di bulan November 2021.

Sampai dengan pertengahan November, HAS mencatatkan ekspor sebesar 220 ton. Dibandingkan dengan Total ekspor Januari sampai Oktober 2021, HAS mencatatkan ekspor sebesar 373 ton, atau total rata-rata bulanan tercatat sebesar 37 ton.

Kenaikan ekspor di bulan November ini mencapai 590 persen dibandingkan dengan rata-rata bulanan year to date (ytd) Oktober. Sampai dengan saat ini total ekspor HAS mencapai 593 ton.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan HKMU Jodi Pujiyono mengatakan, kenaikan ekspor HAS yang sangat signifikan disebabkan beberapa hal.

Dia menjelaskan, pada semester I/2021, perusahaan memang belum memperluas proporsi untuk ekspor karena masih fokus melakukan pembenahan di internal dan situasi pasar ekspor yang juga masih tertekan. Hal tersebut ditambah dengan kenaikan kasus Covid-19 di awal kuartal III/2021, baik di Indonesia, maupun negara target ekspor perseroan.

"Saat ini perusahaan mulai menggenjot kembali kinerja ekspor dengan melihat potensi pasar yang sudah mulai pulih. Kami berharap permintaaan pasar ini dapat bertahan, sehingga dapat mendongkrak kinerja perusahaan sampai akhir tahun," ujar Jodi dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (21/11/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper