Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kripto Bitcoin Cs Kena Fatwa Haram, Tetap Mau Investasi? Begini Caranya

Ada tiga jenis analisis yang sebaiknya dipahami oleh pemula saat baru mulai trading aset kripto, yaitu, analisis fundamental, analisis teknikal dan analisis on-chain.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  14:47 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah memberikan fatwa haram terhadap mata uang kripto. Namun, aktivitas masyarakat berinvestasi dalam mata uang tersebut terus berlanjut dan perlu diperhatikan.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan memaparkan, definisi mata uang kripto (cryptocurrency) adalah adalah uang digital terdesentralisasi, berdasarkan teknologi blockchain.

Cryptocurrency tidak memiliki otoritas penerbit pusat seperti bank atau pemerintah. Transaksi dilakukan secara anonim dan dicatat serta diamankan menggunakan teknologi blockchain, yang mirip dengan buku besar bank.

Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran yang dilakukan di wilayah NKRI wajib menggunakan Rupiah.

Sedangkan, Bitcoin sebagai alat Investasi sampai saat ini masih menunggu pengumuman resmi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan RI .

Antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan investor secara luas membuat Bitcoin dekat dengan masyarakat. Bahkan, masyarakat yang melakukan investasi di Bitcoin terus mengalami kenaikan yang signifikan dan investor Bitcoin berpotensi menyentuh angka 10-11 juta pada akhir tahun ini.

Seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya, Ibrahim mengatakan Pemerintah harus mempersiapkan Draft RUU tentang regulasi Bitcoin sebagai alat pembayaran.

“Caranya adalah dengan mengamandemen Pasal 23 B UUD 1945 jo. Pasal 1 angka 1 dan angka 2, Pasal 2 ayat (1) serta Pasal 21 ayat (1) UU Mata Uang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” katanya, Kamis (20/1/2022).

Di sisi lain, saat baru memasuki dunia kripto, tidak jarang muncul pertanyaan, apa benar menyimpan aset kripto bisa mendatangkan cuan? Apa saja langkah awal trading kripto untuk pemula? Dan bagaimana, sebetulnya cara mendapatkan profit dari aset kripto?

Seperti instrumen investasi lainnya, investasi pada aset kripto mengandung resiko karena nilainya yang dapat naik dan turun. Akan tetapi, tentu saja resiko dapat diminimalisir dan keuntungan dapat dimaksimalkan asalkan cermat dan memiliki rencana terlebih dahulu sebelum mulai membeli aset kripto.

Dilansir dari laman Pintu Academy, Kamis (20/1/2022), berikut hal-hal yang harus dipersiapkan bagi pemula untuk melakukan trading aset crypto.

Sebelum mulai trading, apa yang harus dipersiapkan?

Sebelum memulai trading, sebagai calon investor Anda harus memutuskan dahulu apakah benar-benar mau meluangkan waktu untuk belajar, fokus dan dedikasi ke trading? Atau hanya ingin beli asetnya kemudian disimpan dalam jangka waktu yang panjang, atau yang disebut juga dengan investing?

Trading dan investing masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda. Secara garis besar, jika tidak memiliki waktu luang dan tidak mau terlalu mendalami kripto, termasuk mudah khawatir akan harga kripto yang fluktuatif, mungkin Anda lebih cocok untuk pilih investasi jangka panjang. Namun, jika sudah mantap masuk ke investasi kripto, maka investor pemula bisa menerapkan beberapa strategi untuk mengatur risiko investasi. 

Berikut 3 Strategi Investasi Kripto untuk Investor Pemula

1. Mengetahui risk appetite

Mengetahui risk appetite artinya mengetahui seberapa banyak resiko yang mau diambil. Trading membutuhkan konsistensi. Sejak awal harus menentukan seberapa banyak risiko yang ingin diambil. iesikonya pun berbeda antara trading bitcoin dan altcoin, atau aset kripto selain bitcoin.

Hal ini karena fluktuasi harga bitcoin tidak sebanyak aset kripto yang lain. Risk appetite ini juga berhubungan dengan seberapa banyak dana yang ingin dipakai atau seberapa besar presentase dari tabungan yang dimiliki yang akan dialokasikan untuk aset kripto.

2. Menentukan time frame

Poin kedua yang harus dimengerti adalah menentukan jangka waktu trading. Apakah hanya mau trading dalam waktu seminggu, sebulan, atau setahun? Masing-masing jangka waktu memiliki cara yang berbeda-beda.

Contohnya, ketika memilih investasi sebesar Rp1 juta dalam sebulan, karena dalam sebulan itu uang harus ditarik untuk kebutuhan lain. Maka, Rp1 juta itu sebaiknya konsisten untuk terus diperdagangkankan, dan tidak diambil sebelum habis masa waktu yang sudah ditentukan.

3. Psikologi

Setelah kedua poin di atas, poin berikutnya yang tak kalah penting adalah psikologi dan disiplin. Maksudnya, bagaimana caranya untuk tetap menjalani rencana yang telah dibuat dan tidak mudah panik saat situasi memburuk. Hal ini tentu bisa diantisipasi jika sudah melakukan riset dan perencanaan yang baik sebelum membeli aset kripto yang dipilih.

Seperti apa sih contoh planning sebelum mulai trading?

Nah, jika sudah mempersiapkan hal-hal di atas, langkah selanjutnya adalah membuat rencana trading. Pertama, Anda harus melakukan riset dan mencari tahu mengapa koin yang dipilih harganya akan naik, misalnya, dan rencanakan akan beli pada harga berapa, jual di harga berapa dan apa yang harus dilakukan saat harga turun atau naik.

Apa saja analisis yang harus dilakukan?

Ada tiga jenis analisis yang sebaiknya dipahami oleh pemula saat baru mulai trading aset kripto, yaitu, analisis fundamental, analisis teknikal dan analisis on-chain.

Analisis fundamental adalah metode analisis yang dilakukan memahami lebih dalam penggunaan suatu aset kripto, jumlah orang yang menggunakannya dan tim di balik aset tersebut.

Sementara itu, analisis teknikal berarti menganalisis aset dengan memprediksi masa depan pasar berdasarkan data-data periode serupa sebelumnya.

Adapun, analisis on-chain adalah metode analisis yang dilakukan berdasarkan kumpulan informasi mengenai transaksi suatu aset. Contohnya, menganalisa inflow dan outflow volume suatu aset dari exchange dan dampaknya terhadap nilai aset tersebut.

Metode analisis ini sebetulnya lebih banyak dilakukan oleh trader profesional, karena membutuhkan platform berbayar untuk melakukannya.

Mengetahui metode analisis, terutama analisis fundamental dan teknikal penting sebagai langkah awal trading kripto untuk pemula.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency mata uang kripto Ethereum aset kripto
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top