Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berkah Beton (BEBS) Raih Kontrak Properti Rp1,3 Triliun

PT Berkah Beton Sadaya Tbk. (BEBS) meraih kontrak pengembangan perumahan senilai Rp1,3 triliun.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  03:47 WIB
Komisaris Utama PT Berkah Beton Sadaya Tbk Haji Herdis Sudana (kiri) berfoto bersama Direktur Utama Hasan Muldhani (kanan) dalam seremoni pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia. - Istimewa
Komisaris Utama PT Berkah Beton Sadaya Tbk Haji Herdis Sudana (kiri) berfoto bersama Direktur Utama Hasan Muldhani (kanan) dalam seremoni pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Berkah Beton Sadaya Tbk. (BEBS) melalui anak usahanya PT Berkah Global Development meraih kontrak pembangunan 3.000 unit rumah dan infrastrukturnya senilai Rp1,3 triliun.

Kerja sama tersebut disepakati melalui penandatanganan Memorandum of Understanding dengan PT Manakib Rezeki pada Selasa (18/1/2022).

Hasan Muldhani, Direktur Utama Berkah Beton Sedaya, mengatakan anak usaha emiten berkode saham BEBS itu mendapat kontrak sebagai pelaksana pembangunan perumahan dan infrastruktur berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi dan verifikasi oleh pemilik proyek.

“Pekerjaan proyek yang akan dilakukan ini merupakan salah satu milestone kiprah BEBS dalam pembangunan, di mana BEBS memang mampu mengerjakan proyek mulai dari proyek kecil sampai proyek besar dan prestisius,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (19/1/2022).

Hasan menambahkan pendapatan proyek oleh divisi kontraktor BEBS ditargetkan minimal Rp1 triliun pada 2022.

“Kami optimistis, dapat mencapainya pada tahun ini. MoU ini juga akan berkembang ke proyek komersial sehingga nilai proyeknya bertambah. Itu belum menghitung potensi proyek lain,” ujarnya.

Menurut Hasan, kinerja divisi kontraktor sangat penting bagi peningkatan keuangan BEBS. Pengerjaan kontrak perumahan dan infrastruktur, lanjutnya, bakal menyerap bahan baku seperti batu dan pasir, serta produk turunan, seperti beton dan pracetak yang dimiliki BEBS.

Saat ini, BEBS memiliki dua konsesi tambang batu di Katingan, Kalimantan Tengah, dan satu konsesi tambang batu di Morowali, Sulawesi Tengah. Perseroan juga mengelola batching plant, precast, tambang, dan crusher stone di Palu.

Untuk diversifikasi usaha dan memperkuat bisnis infrastruktur, BEBS berencana memperbesar kepemilikan saham di BGD dengan menguasai 99,9 persen perusahaan jasa kontraktor di Subang itu.

Hingga 30 September 2021, BEBS membukukan pendapatan Rp334,65 miliar, naik 255,97 persen secara tahunan. Bottom line perseroan pun terpantau melesat 350,42 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp75,04 miliar per kuartal III/2021.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti Kinerja Emiten kontraktor Berkah Beton Sadaya
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top