Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Kripto Melemah, Bitcoin Stabil, Ethereum Turun

Bitcoin, Etherium, dan Kripto berkapitalisasi pasar utama serta lainnya terkoreksi tipis dalam perdagangan hari ini.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  16:21 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin - Istimewa
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pada perdagangan sore ini, Senin (17/1/2022) sejumlah aset kripto melemah tipis akibat merebaknya varian baru Covid-19 Omicron.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan kripto ethereum melemah pada perdagangan hari ini. Sejumlah sentimen seperti sentimen The Fed hingga varian Omicron jadi katalis negatif.

"Bitcoin, Etherium, dan Kripto berkapitalisasi pasar utama serta lainnya terkoreksi tipis dalam perdagangan hari ini. Hal ini karena investor masih cenderung berhati-hati memburu aset kripto karena pandangan langkah pengetatan Federal Reserve sebagian besar dihargai, dan karena selera risiko yang lebih lemah di pasar keuangan," urainya, Senin (17/1/2022).

Bitcoin cenderung flat di kisaran level US$42.000 pada hari ini, karena investor masih bersikap hati-hati setelah harganya sempat terjatuh di bawah US$40.000 pada awal pekan lalu, meskipun koreksi tersebut hanya sesaat saja.

"Perubahan harga semuanya terjadi pada volume perdagangan kecil, yang dapat memperkuat pergerakan harga. Tidak ada modal baru yang masuk dan tidak ada yang mau menjual atau membeli serta pandangan bahwa Kripto telah mencapai titik terendahnya akibat langkah pengetatan Fed berpotensi pengembalian yang lebih baik di masa depan," kata Public Relation Manager Litedex Protocol , David Saragih dalam catatannya.

Pasar kripto yang terkoreksi dalam beberapa hari terakhir juga disebabkan karena masih adanya risiko dari penyebaran virus corona (Covid-19) varian Omicron yang mulai menyebar luas dan cepat.

Dalam update terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), jumlah infeksi baru di dunia pada pekan-pekan terakhir menembus angka 15 juta per minggu.

Hal tersebut didorong munculnya varian Omicron. Bahkan, strain yang pertama terdeteksi di Afrika Selatan (Afsel) dan Bostwana itu sudah menggantikan varian Delta.

Penjualan ritel AS. turun paling banyak dalam 10 bulan di bulan Desember, kemungkinan akibat orang Amerika memulai belanja liburan mereka di bulan Oktober untuk menghindari rak kosong di toko.

Melansir data dari CoinMarketCap per pukul 09:10 WIB, hanya Cardano yang melesat pada pagi hari ini. Cardano melesat 4,98% ke level harga US$ 1,39/koin atau setara dengan Rp 19,877/koin (asumsi kurs Rp 14.300/US$).

Sedangkan sisanya terpantau terkoreksi tipis cenderung mendatar pada pagi hari ini. Bitcoin melemah 0,41% ke level harga US$ 42.920,43/koin atau setara dengan Rp613.762.149/koin, Ethereum terkoreksi 0,21% ke level US$3.320,7/koin atau Rp 47.486.010/koin, dan Polkadot merosot 3,43% ke US$ 27,09/koin (Rp387.387/koin).

Dalam perdagangan sore ini, Ethereum di platform Litedex Protocol (https://litedex.io) pada jam 15.00 WIB, melemah di harga U$3.279.17 (-1,58 %) dengan volume transaksi sebesar US$ 10,95 Miliar dengan kapitalisasi pasar US$ 391,95 Miliar.

Sedangkan untuk perdagangan besok, Ethereum kemungkinan dibuka fluktuatif namun melemah di kisaran US$3.240.30 - US$3.350.50.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency mata uang kripto Ethereum
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top