Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Bitcoin dan Ethereum Menguat, Investor Lagi Semangat Berburu Kripto

Investor mulai memandang Omicron sebagai potensi yang tidak terlalu mengganggu ekonomi global daripada varian virus corona sebelumnya.
Ilustrasi Bitcoin/Bloomberg
Ilustrasi Bitcoin/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bitcoin, Ethereum dan aset kripto berkapitalisasi pasar utama lainnya menutup perdagangan di zona hijau pada hari ini, Rabu (5/1/2022).

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkapkan penyebab penguatan adalah investor saat ini mulai memandang varian Covid-19 Omicron tidak berpotensi terlalu mengganggu ekonomi global jika dibandingkan dengan varian sebelumnya.

"Investor mulai memandang Omicron sebagai potensi yang tidak terlalu mengganggu ekonomi global daripada varian virus corona sebelumnya, karena penelitian menunjukkan risiko rawat inap lebih rendah,” tulis Ibrahim dalam riset hariannya, Rabu (5/1/2022).

Mengutip coinmarketcap.com, Rabu (5/1/2022), Bitcoin (BTC) terpantau menguat 1,14 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$46.892,05 per keping. Kemudian, Ethereum (ETH) terapresiasi 1,95 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$3.838,97 per keping.

Sebagai informasi, Public Relation Manager Litedex Protocol David Saragih mengungkapkan jumlah kasus Covid-19 yang sedikit lebih tinggi di Amerika Serikat, dan China akan meningkatkan kekhawatiran rantai pasokan dan ketakutan inflasi yang lebih tinggi di AS.

Selain itu, dia menyebutkan bahwa pasar dalam satu bulan terakhir cenderung membosankan dan membuat trader kembali tertarik memburu aset kripto.

Di sisi lain, Ibrahim menyampaikan Komisi Sekuritas dan Pertukaran (SEC) Amerika Serikat (AS) kembali menunda keputusan pengesahan exchange-traded fund (ETF) di bursa berjangka Bitcoin NYDIG selama 60 hari.

Dia memaparkan, secara historikal harga Bitcoin pada Januari selalu membukukan koreksi. Di mana secara rata-rata tingkat pengembalian (return) bulanan Bitcoin pada Januari dalam 9 tahun terakhir cenderung negatif, yakni sebesar turun 3,3 persen.

Namun dalam beberapa bulan terakhir ungkapnya, Bitcoin sudah mencatatkan return positif sekitar 50 persen hingga Januari 2022.

Sementara itu lanjut Ibrahim, dari sisi arus dana investor, produk investasi aset digital melihat adanya arus masuk (inflow) sebesar US$9,3 miliar pada tahun 2021, meningkat 36 persen dari tahun 2020, menurut laporan baru dari CoinShares.

Menurutnya, beberapa investor menarik dananya dari pasar kripto pada pekan terakhir tahun 2021, di mana pada pekan itu, tercatat arus keluar (outflow) sebesar US$32 juta.

Angka tersebut jelasnya menunjukkan adanya keraguan investor jangka pendek, setelah adanya aksi jual masif di kripto pada awal Desember 2021.

Berdasarkan sentimen diatas, Ibrahim kemudian memperkirakan aset Etherium pada perdagangan esok hari, Kamis (6/1/2022), akan ditutup menguat. Pada perdagangan sore ini, Etherium di platform Litedex Protocol pada jam 15.00 WIB, menguat di harga U$3.810,17 atau naik 1,10 persen dengan volume transaksi sebesar US$13,85 miliar dengan kapitalisasi pasar US$454,85 Miliar.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, Ethereum kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup menguat di kisaran US$ 3.770,30 - US$ 3.960,50,” tulis Ibrahim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper