Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Surplus Neraca Dagang Menipis, IHSG Makin Melemah Akhir Sesi I

IHSG melemah 0,56 poin atau 37,5 poin ke level 6.655,83 pada akhir sesi I setelah bergerak dalam kisaran 6.649,81-6.711,82.
Aprianto Cahyo Nugroho & Maria Elena
Aprianto Cahyo Nugroho & Maria Elena - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  11:48 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan berada di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (17/1/2022), setelah BPS merilis data neraca perdagangan Desember 2021.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,56 poin atau 37,5 poin ke level 6.655,83 pada akhir sesi I setelah bergerak dalam kisaran 6.649,81-6.711,82.

Sebanyak 215 saham menguat, 287 saham melemah, dan 166 saham lainnya stagnan.

Meskipun melemah, investor asing masih mencatatkan aksi beli saham atau net buy senilai Rp123,9 miliar hingga akhir sesi I.

Investor asing terpantau memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBR) dengan total net buy seniliai Rp132,4 miliar, disusul PT Bank Jago Tbk. (ARTO) yang mencatatkan net buy Rp73,2 miliar.

Di sisi lain, saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) paling banyak dilepas investor asing, dengan net sell mencapai RP16,9 miliar, disusul PT Astra International Tbk. (ASII) senilai Rp9 miliar.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2021 mencatatkan surplus US$1,02 miliar. Surplus ini jauh lebih rendah dari November sebesar US$3,51 milar.

Turunnya surplus dipicu oleh penurunan ekspor di Desember 2021 dan naiknya impor pada akhir tahun. 

"Surplus di bulan Desember ini merupakan surplus keduapuluh," Kepala BPS Margo Yuwono, Senin (17/1/2021). Secara komoditas, penyumbang terbesar adalah lemak dan minyak nabati. 

Nilai ekspor Indonesia mencapai US$22,38 miliar atau naik 35,50 persen dibandingkan Desember 2020. Tetapi, angka ini turun 2,04 persen dari posisi November 2021.

Secara tahunan (year-on-year), ekspor migas mencapai Rp1,09 miliar mengalami kenaikan 7,33 persen dari periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, ekspor nonmigas tercatat 21,28 miliar atau naik 37,13 persen dari posisi Desember tahun 2020.

"Selama 2021, kinerja ekspor kita lebih bagus dibandingkan 2019 dan 2020," kata Margo.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Neraca Perdagangan Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top