Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Teknologi Loyo, Wall Street Terkapar di Zona Merah

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,03 persen ke level 35.856,22 pada awal perdagangan, sedangkan indeks S&P 500 melemah 1,52 persen ke 4.605,46 dan Nasdaq 100 turun 2,25 persen ke 15.241,44.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  22:26 WIB
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat. - Bloomberg
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten teknologi mendorong bursa saham Amerika Serikat ke zona merah pada awal perdagangan hari ini, Senin (10/1/2022), di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga dan inflasi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,03 persen ke level 35.856,22 pada awal perdagangan, sedangkan indeks S&P 500 melemah 1,52 persen ke 4.605,46 dan Nasdaq 100 turun 2,25 persen ke 15.241,44.

Imbal hasil Treasury 10-tahun naik menjadi 1,8 persen. Indeks Nasdaq 100 tertekan dan mencatat pelemahan lebih dalam dibandingkan indeks acuan Wall Street lainnya, menyusul tekanan dari sektor teknologi. Saham Tesla Inc. anjlok 3,95 persen dan mencatat penurunan beruntut terpanjang sejak Maret 2021.

Sementara itu, saham produsen celana yoga Lululemon Athletica Inc. merosot setelah memproyeksikan penurunan kinerja keuangan ke level terendah dari sebelumnya.

Pasar saham AS menghadapi volatilitas tinggi karena investor bergulat dengan proyeksi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan menaikkan suku bunga empat kali tahun ini dan akan memulai program pengurangan neraca pada bulan Juli, menurut Goldman Sachs Group Inc.

Kepala The Fed Jerome Powell diperkirakan akan mengemukakan perubahan paling tajam menuju pengetatan moneter pada sidang Selasa esok.

"Ada banyak sikap hawkish yang belum diperkirakan, dan itu bisa menyebabkan sedikit lebih banyak aksi jual pekan ini, terutama di saham-saham berkembang yang seharusnya merasakan sedikit kenaikan suku bunga dibandingkan dengan saham-saham bervaluasi rendah," kata Ipek Ozkardeskaya, analis senior di Swissquote, seperti dilansir Bloomberg, Senin (10/1/2022).

Dalam tiga dekade terakhir, ada empat periode berbeda dari siklus kenaikan suku bunga oleh The Fed. Rata-rata, sektor teknologi yang berada di bawah tekanan di tengah prospek kenaikan suku bunga yang lebih awal dan lebih cepat, menjadi salah satu sektor dengan kinerja terbaik selama siklus tersebut, menurut Strategas Securities.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top