Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menakar Usaha AirAsia Indonesia (CMPP) Bangkit di 2022

AirAsia Indonesia sudah mulai mengoperasikan penerbangan komersialnya sejak September 2021 yang lalu dan secara berkala berencana membuka semua rute yang sebelumnya dioperasikan oleh Indonesia AirAsia.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 05 Januari 2022  |  11:28 WIB
AirAsia - Bloomberg
AirAsia - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten maskapai swasta, PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) bakal melakukan sejumlah upaya perbaikan kinerja pada 2022. Mulai dari memperkuat rute hingga tingkatkan penerbangan kargo.

Sekretaris Perusahaan AirAsia Indonesia Indah Permatasari Saugi menyampaikan realisasi rencana perbaikan kondisi emiten berkode CMPP ini dalam rangka upaya pemenuhan ketentuan V Peraturan Bursa No.: 1-A tentang Persyaratan Bagi Perusahaan Tercatat Untuk Tetap Tercatat Di Bursa atau batas minimal free float.

Saat ini, AirAsia Indonesia sudah mulai mengoperasikan penerbangan komersialnya sejak September 2021 yang lalu dan secara berkala berencana membuka semua rute yang sebelumnya dioperasikan oleh Indonesia AirAsia.

Adapun rute penerbangan domestik yang sudah mulai dibuka saat ini adalah Jakarta-Bali PP (28x seminggu), Jakarta-Lombok PP (7x seminggu), Jakarta-Medan PP (14x seminggu), Jakarta-Padang PP (7x seminggu), Jakarta-Pontianak PP (7x seminggu), Jakarta-Pekanbaru PP (4x seminggu), Bali-Bandung PP (7x seminggu), Bali-Surabaya PP (4x seminggu), dan Medan-Yogyakarta PP (3x seminggu).

"Selain itu, untuk meningkatkan permintaan layanan penerbangan yang sebelumnya sangat rendah, Indonesia AirAsia juga memberikan kebijakan untuk menambah jatah bagasi terdaftar gratis dari sebelumnya 15 kg menjadi 20 kg per penumpang untuk pemesanan baru di platform AirAsia SuperApp dan semua agen penjualan tiket AirAsia," paparnya dikutip Rabu (5/1/2022).

Penambahan ini guna menjawab kebutuhan pelanggan yang akan melakukan perjalanan bersama keluarga atau membawa oleh-oleh.

Selain bagasi terdaftar 20 kg, setiap penumpang juga dapat membawa barang bawaan (carry-on baggage) ke dalam pesawat dengan total berat hingga 7 kg dengan ukuran dan jumlah sesuai ketentuan.

Selama menjalankan operasionalnya, Perseroan memastikan agar protokol kesehatan yang ketat tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Untuk itu, anak usaha yang mengelola langsung maskapai Air Asia, PT Indonesia AirAsia juga bekerja sama dengan berbagai penyedia layanan kesehatan dalam menyediakan tes dengan harga hemat mulai dari Rp35.000,00 untuk tes Antigen dan mulai dari Rp220.000,00 untuk tes PCR.

Pemberlakukan pembatasan perjalanan internasional melalui penerapan berbagai persyaratan dan ketentuan masuk oleh negara asal maupun tujuan masih menjadi kendala utama Perseroan.

"Hal ini telah terjadi sejak awal pandemi dan sangat dipengaruhi oleh dinamika perkembangan kasus dunia dan kekhawatiran penyebaran virus Covid-19 varian baru," paparnya.

CMPP saat ini fokus pada keberlangsungan dan pemulihan kinerja perseroan dengan memaksimalkan berbagai peluang bisnis yang ada seperti kargo dan charter, meluncurkan sejumlah aktivitas promosi, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan permintaan perjalanan.

Perseroan lanjutnya, masih terus menerapkan kebijakan cost containment di beberapa lini dan melakukan negosiasi ulang biaya dengan para supplier dan stakeholder yang berhubungan dengan operasional Perseroan untuk memaksimalkan pengelolaan biaya.

"Kami berharap bisnis Perseroan dapat segera pulih sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam memulihkan perekonomian masyarakat sebagai sarana transportasi udara pilihan yang terjangkau untuk berbagai kebutuhan perjalanan dan pengangkutan komoditas saat nantinya situasi telah membaik," katanya.

Pemegang Saham Pengendali Perseroan juga berkomitmen untuk memenuhi ketentuan V Peraturan Bursa No.:I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

"Kami berharap untuk segera menyelesaikan aksi korporasi yang sedang berjalan sehingga dapat membuka kembali perdagangan saham Perseroan di pasar reguler Bursa Efek Indonesia," urainya.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan menjelaskan fokus 2022 mencoba memperkuat rute domestik dan juga akan membuka kembali penerbangan-penerbangan rute internasional.

"Namun, hal ini tergantung dari keadaan dan kebijakan dari masing-masing Negara untuk membuka perbatasannya dan juga membuka kebijakan karantina bagi penumpang yang membuat para penumpang menjadi reluctant untuk terbang," katanya.

Pengambangan bisnis charter penumpang dan kargo serta mengoptimalkan kanal penjualan di berbagai platform juga merupakan strategi kami untuk di tahun depan.

Fokus bisnis pada 2022 antara lain sebagaimana disampaikan yaitu memperkuat rute domestik, membuka rute internasional, melakukan bisnis kargo dan juga charter penumpang dengan cara memaksimalkan distribusi saluran yang dimiliki, dan juga memaksimalkan Airasia.com yang tidak hanya menjual tiket pesawat, tetapi juga perhotelan, leisure dan tourism.

Adapun, Dendy optimistis kinerja pada 2022 bakal lebih baik. Hal ini didukung meningkatnya jumlah vaksinasi dan demand dari penumpang untuk melakukan penerbangan serta kebijakan dari Pemerintah yang sudah dapat terkontrol, dan melihat keadaan pandemi.

Hingga kuartal III/2021, pendapatan CMPP turun 65 persen menjadi Rp487 miliar dari pendapatan periode yang sama tahun lalu Rp1,39 triliun. Posisi EBITDA negatif juga menyusut dari negatif Rp1,2 triliun menjadi Rp683 miliar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airasia Kinerja Emiten maskapai penerbangan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top