Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Euforia Saham Bank Digital, Bank BUKU III dan BUKU IV Jangan Mau Kalah

Valuasi atau price to book value (PBV) dari emiten bank digital seperti BBHI, ARTO, BABP, dan BINA memiliki angka multiple tinggi, baik terhadap nilai ekuitas maupun laba.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 Januari 2022  |  20:59 WIB
Euforia Saham Bank Digital, Bank BUKU III dan BUKU IV Jangan Mau Kalah
Nasabah berada di kantor cabang Bank Jago, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Valuasi tinggi saham-saham emiten bank digital menunjukkan bahwa pelaku pasar berekspektasi tinggi terhadap kinerja pertumbuhan ke depan.

Investor perlu menyadari bahwa bisnis bank digital tak hanya akan dieksekusi oleh bank digital namun juga oleh semua bank terutama dari kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III dan BUKU IV.

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan valuasi atau price to book value (PBV) dari emiten bank digital seperti BBHI, ARTO, BABP, dan BINA memiliki angka multiple tinggi baik terhadap nilai ekuitas maupun laba.

"Dari kondisi tersebut yang bisa dibaca bahwa ekspektasi pasar terhadap kinerja pertumbuhan mereka [emiten bank digital] ke depan sangat tinggi sekali,” kata Alfred kepada Bisnis, Rabu (5/1/2022).

Secara industri, lanjut Alfred, penyaluran kredit perbankan diproyeksikan lebih tinggi pada 2022 dibandingkan tahun lalu. Bahkan tren ini sudah terlihat sejak awal semester II/2021 ketika angka pertumbuhan kredit perbankan terus mengalami kenaikan hingga November 2021. 

Tentunya indikator tersebut akan membawa optimisme bahwa performa perbankan akan lebih baik pada tahun ini. Sementara untuk bank yang fokus ke digitalisasi perbankan, Alfred memperkirakan pertumbuhan kredit juga bisa terjadi. Belum lagi, bank digital memiliki layanan atau produk digital yang memiliki biaya lebih rendah sehingga NIM berpotensi lebih tinggi dibandingkan bank konvensional.

Kendati demikian, Alfred mengingatkan bahwa bisnis bank digital tak hanya dilakukan oleh emiten bank digital. Semua perbankan khususnya bank BUKU III dan BUKU IV yang memiliki infrastruktur kuat dan memiliki nasabah yang solid juga terjun ke digitalisasi.

“Kondisi ini akan membuat persaingan di bisnis bank digital akan sangat ketat, sehingga tidak semua bank-bank yang fokus masuk ke bank digital akan bisa meraih hasil yang diharapkan,” jelas Alfred.

Investor pun diharapkan berhati-hati terhadap ekspektasi yang diberikan kepada bank digital karena realisasi kinerja fundamental bisa jauh dari yang diharapkan.

Dari empat saham bank digital yaitu BBHI, ARTO, BABP, dan BINA, Alfred menyebutkan hanya BABP yang masih tertinggal untuk besaran multiple PBV. Sedangkan ketiga yang lainnya dinilai sudah memiliki valuasi cukup tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiga bank besar saham bank bank jago Bank Digital Allo Bank
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top