Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aset Kripto Ikut Tertekan Spekulasi Kenaikan Suku Bunga AS

Koreksi harga aset kripto diperkirakan juga lantaran investor cenderung beralih ke pasar saham di tengah optimisme pasar akan pemulihan ekonomi di tahun ini.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 Januari 2022  |  18:08 WIB
Aset Kripto Ikut Tertekan Spekulasi Kenaikan Suku Bunga AS
Mata uang crypto Ethereum Emas pada dolar AS/ANTARA-Shutterstock - pri.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bitcoin, Etherium dan kripto berkapitalisasi pasar utama lainnya parkir di zona merah hari ini, Selasa (4/1/2022), karena lonjakan imbal hasil treasury semalam dan spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve awal meskipun kasus Covid-19 melonjak.

Selain itu, koreksi ini diperkirakan juga lantaran investor cenderung beralih ke pasar saham di tengah optimisme pasar akan pemulihan ekonomi di tahun ini.

“Pasar aset kripto telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga AS pertama pada Mei 2022, dan dua lagi pada akhir 2022,” terang Chief Technology Officer Litedex Protocol, Aji M Iqbal dalam riset harian, dikutip Selasa (4/1/2022).

Dia mengatakan, pasar saat ini tengah menilai skenario kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif, atau setidaknya risikonya pada 2022.

“Itu pasti tetap menjadi ancaman bagi aset kripto yang saat ini sedang digandrungi oleh para investor, meskipun Covid-19 varian Omicron terus menyebar,” jelasnya dalam riset, Selasa (4/1/2022).

Sementara lonjakan kasus Corona yang disebabkan oleh varian Omicron terus berdampak pada perjalanan global dan layanan publik, dan menunda pembukaan kembali beberapa sekolah AS setelah liburan. Namun, investor tetap optimistis pemerintah AS tidak akan langsung menerapkan aturan lockdown.

Mengutip coinmarketcap.com, Selasa (4/1/2022), Bitcoin (BTC) turun sebesar 1,98 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$46.119 per keping. Kemudian, Ethereum (ETH) terkoreksi 1,99 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$3.725 per keping.

Dalam perdagangan sore ini, Etherium di platform Litedex protocol pada jam 15.00 WIB, Ethereum melemah di harga U$3.753.70 atau turun 1,22 persen dengan volume transaksi sebesar U$ 12,33 miliar dengan kapitalisasi pasar U$447,41 miliar.

“Untuk perdagangan Rabu besok, Ethereum kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran U$3.650.30 - U$3.896.50,” ungkap Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Selain kedua koin besar tersebut, Solana (SOL) melemah 1,76 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$167,75 per keping. Aset kripto itu juga terkoreksi 11,74 persen dalam sepekan terakhir.

Lalu, Ripple (XRP) turun 2,84 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$0,82 per keping dan Terra (LUNA) melemah 4,15 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$87,05 per keping.

Aset kripto yang melemah lainnya adalah Cardano yang bertengger di level US$1,31 per keping. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar Cardano sebesar US$43,77 miliar. Pelemahan diikuti oleh Binance Coin (BNB) sebesar 3,79 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$506,03 per keping.

Begitu juga dengan USD coin (USDC) yang tampak melemah 0,03 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$1 per keping. Sisanya, Polkadot (DOT) menguat 0,56 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$29,67 per keping dan tether (USDT) bergerak stagnan di angka US$1 per keping.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency aset kripto
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top