Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jos Parengkuan: Jadi Investor adalah Pekerjaan Terbaik di Dunia

Kecintaan terhadap industri keuangan sudah terlihat semenjak Jos Parengkuan di bangku kuliah.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 27 Desember 2021  |  13:21 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bisnis - Suselo Jati
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bisnis - Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA - Komisaris PT Syailendra Capital Jos Parengkuan berbagi cerita terkait dengan alasannya untuk berkecimpung lama di industri keuangan, khususnya dunia saham.

Dia menyebutkan, dalam menginvestasikan sebagian penghasilannya kecintaan terhadap industri keuangan sudah terlihat semenjak di bangku kuliah.

“Sebetulnya dulu belum terbayang [untuk jadi investor], tetapi ada satu kejadian yang membuat tertarik masuk ke dunia saham tepatnya 19 Oktober 1987 yaitu kejadian Black Monday,” ujarnya pada podcast bersama Syailendra Capital, dikutip Senin (27/12/2021).

Kala itu, pria kelahiran 1964 silam ini yang sedang menyelesaikan pendidikannya di University of Manchester, Inggris, merasakan kejadian Black Monday yang memukul bursa saham Amerika Serikat (AS).

“Saat itu tahun kedua untuk menyelesaikan studi, pagi saya datang ke kampus melihat semua orang tengah serius mengobrol mengenai saham, di mana pasar sedang crash yaitu harga saham turun hingga 30 persen, awalnya banyak yang menyarankan untuk tidak terjun ke dalamnya [pasar saham], tetapi saya melihat peluang lain di sana,” tuturnya.

Jos menjelaskan bahwa dirinya berfikir apabila pasar saham memiliki potensi fluktuasi sehingga nilainya bisa turun 30 persen, maka ada potensi sebaliknya yang dapat mendorong saham untuk naik dengan nilai yang sama.

“Ini seru. Itu pertama kali saya tertarik ke dunia saham,” katanya.

Tidak lama setelah kejadian kelam tersebut, dia melanjutkan keinginannya untuk terjun di dunia saham kian menguat dengan munculnya film Wall Street yang menceritakan kecerdikan Gordon Gekko, diperankan Michael Douglas, seorang broker yang berhasil memutarbalikkan dunia pasar modal di Negeri paman Sam.

“Ada film Wallstreet tentang saham, tokoh utama jadi trading saham yang sukses dengan pakaian, rumah, mobil, dan kantor yang keren. Selesai nonton saya ingin menjadi seperti itu,” ujarnya.

Dia menegaskan, dari film inilah, mata Jos terbuka serta membuatnya mulai tertarik pada pasar modal.

"Akhirnya, saya mulai menaruh perhatian ke pasar modal karena saya melihat di pasar modal kalau menderita kerugian bisa juga untung cepat," ujarnya.

Hal itulah yang membuat Jos yakin untuk mengoleksi saham sebagai instrumen investasinya. Dengan berbekal pengetahuan dan ruang lingkup pekerjaan, membantu Jos dalam memilih saham yang cenderung lebih aman.

Dia mengamini, untuk masuk ke instrumen investasi seperti saham yang high risk high return dibutuhkan ketekunan dan pengetahuan. Walaupun banyak yang bilang saham cocok bagi investor jangka pendek, tetapi dirinya justru melihat instrumen ini cocok bagi investor jangka panjang. 

“[Menjadi investor] mungkin adalah salah satu pekerjaan terbaik di dunia, misalnya saya suka dengan produk Apple dan untuk membangun perusahaan serupa itu ribetnya setengah mati, tetapi di dunia saham berbeda. Kami tinggal memilih perusahaan yang bagus dan rekam jejak yang baik kemudian beli sahamnya dan akan ikut tumbuh bersama perusahaan meskipun kita tidur sekalipun,” kata Jos.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi investor jos parengkuan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top