Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pefindo Kerek Prospek Medco (MEDC) Usai Akuisisi Aset Conoco Phillips

Adanya aksi akuisisi membuat prospek MEDC naik menjadi positif, dari sebelumnya stabil.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 24 Desember 2021  |  20:59 WIB
Fasilitas produksi dan penyimpanan terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) Belanak di South Natuna Sea Block B yang dikelola Medco E&P Natuna (MEPN). Istimewa - SKK Migas.
Fasilitas produksi dan penyimpanan terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) Belanak di South Natuna Sea Block B yang dikelola Medco E&P Natuna (MEPN). Istimewa - SKK Migas.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi penilaian prospek PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menjadi positif, seiring adanya rencana emiten tersebut untuk mengakuisisi seluruh saham terbitan Conoco Phillips Indonesia Holding Ltd. (CIHL) dari Phillips International Investment Inc.

Nilai akuisisi tersebut diperkirakan di angka US$1,35 miliar yang didanai sekitar 63 persen melalui utang serta 37 persen ekuitas dalam bentuk kas internal dan right issue. Proses itu ditargetkan rampung pada Maret 2022.

Analis Pefindo Gifar Indra Sakti dan Martin Pandiangan menilai bahwa akuisisi itu akan menghasilkan posisi bisnis yang lebih kuat karena aset tersebut sudah beroperasi serta menghasilkan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earning before interest, taxes, depreciation, and amortization/EBITDA).

"Aksi strategis ini akan meningkatkan profil keuangan MEDC yang direfleksikan oleh proyeksi rasio debt/EBITDA sekitar 3,2 kali pada 2022—2024 dan proyeksi debt coverage sebesar 16 persen dalam periode yang sama, dibandingkan angka historis di atas 4 kali dan di bawah 10 persen," tulis Gifar dan Martin dalam keterangan resmi, Jumat (24/12/2021).

Menurut keduanya, proyeksi Pefindo itu berdasarkan asumsi pertumbuhan dua digit pada pendapatan setelah akuisisi, tingkat utang yang moderat, dan ekspektasi harga minyak dunia yang tetap di atas US$55 per barrel dalam jangka pendek.

Hal tersebut mendasari keputusan Pefindo untuk merevisi prospek MEDC menjadi positif, dari sebelumnya stabil. Sejak Oktober 2015, Pefindo menyematkan peringkat idA+ terhadap MEDC, dengan prospek negatif pada kurun April 2016—Mei 2017 dan Mei 2020, kemudian menjadi stabil sejak Januari 2021.

"Pada saat yang sama, Pefindo juga menegaskan peringkat MEDC, Oblligasi Berkelanjutan IV Tahun 2021—2022, Obligasi Berkelanjutan III Tahun 2018—2019, dan Obligasi Berkelanjutan II Tahun 2016—2017 di  idA+," tulis Gifar dan Martin.

Melalui Transasia, MedcoEnergi akan memiliki saham minoritas pada jaringan pipa gas yang menyuplai pelanggan di Sumatra Tengah, Batam, dan Singapura. Setelah transaksi, proforma pedoman MedcoEnergi 2022 untuk segmen minyak dan gas adalah produksi 155 mboepd, belanja modal US$275 juta, dan biaya kas per unit di bawah US$10/boe.

CEO Medco Energi Roberto Lorato mengatakan bahwa transaksi tersebut melanjutkan rekam jejak perseroan dalam memberikan nilai tambah melalui akuisisi dan sesuai dengan strategi perubahan iklim. Akuisisi itu akan semakin memperkuat posisi MedcoEnergi di Asia Tenggara dan akan menghasilkan sinergi yang kuat dengan wilayah kerja di Sumatra.

"Kami siap menyambut seluruh pekerja berkualitas dari Corridor PSC untuk bergabung ke dalam grup MedcoEnergi,” ujar Roberto dalam keterangan resmi, Rabu (8/12/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medco conocophillips akuisisi medc
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top