Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Emiten Grup Djarum Moncer, Bikin Kekayaan Duo Hartono Melejit

Kenaikan harga tertinggi dicetak oleh saham PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) yang meroket 475,69 persen menjadi Rp2.510 pada akhir perdagangan sesi I Kamis (2/12/2021).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 02 Desember 2021  |  12:45 WIB
Miliarder Indonesia Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik Djarum Group, berfoto setelah wawancara di Jakarta, Indonesia, pada 21 Agustus 2018. Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang pundi-pundi kekayaannya berasal dari tembakau, perbankan, dan telekomunikasi, adalah seorang taipan dan juga pemain bridge profesional berusia 78 tahun. Bloomberg - Dimas Ardian
Miliarder Indonesia Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik Djarum Group, berfoto setelah wawancara di Jakarta, Indonesia, pada 21 Agustus 2018. Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang pundi-pundi kekayaannya berasal dari tembakau, perbankan, dan telekomunikasi, adalah seorang taipan dan juga pemain bridge profesional berusia 78 tahun. Bloomberg - Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham yang berada di bawah sayap Grup Djarum kian moncer sejak awal tahun ini.

Kenaikan harga tertinggi dicetak oleh saham PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) yang meroket 475,69 persen menjadi Rp2.510 pada akhir perdagangan sesi I Kamis (2/12/2021).

Selanjutnya saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang sudah melaksanakan pemecahan nilai harga saham atau stock split tahun ini tumbuh 10,04 persen menjadi Rp7.450.

Sedangkan saham emiten menara PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) terpantau tumbuh 21,88 persen menjadi Rp1.170.

Adapun, kenaikan harga saham ketiga emiten tersebut turut berpengaruh pada kenaikan harta kekayaan pemimpin Grup Djarum yaitu kakak-beradik Hartono.

Di Bank BCA, kepemilikan Budi dan Michael Hartono dikendalikan melalui PT Dwimuria Investama Andalan sebanyak 54,94 persen saham. Bank BCA merupakan perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia, yakni sejumlah Rp899,91 triliun per Rabu (1/12/2021).

Grup Djarum juga menguasai 53,94 persen saham emiten menara telekomunikasi, PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR). Pada Oktober 2021, TOWR pun mengakuisisi 94 persen saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR).

Pendapatan TOWR per September 2021 mencapai Rp6,07 triliun, naik 9,21 persen yoy dari sebelumnya Rp5,55 triliun. Laba bersihnya naik lebih tinggi yakni 35,17 persen yoy menjadi Rp2,58 triliun dari sebelumnya Rp1,9 triliun.

Terbaru pada awal Oktober 2021, perusahaan e-commerce Grup Djarum, PT Global Digital Niaga atau lebih dikenal dengan Blibli.com menjadi pengendali anyar induk Ranch Market yaitu PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC). Blibli menguasai 51 persen saham RANC.

Mengintip data Forbes' Real-Time Billionaires per Rabu (1/12/2021), kekayaan kakak-beradik pemilik Grup Djarum yaitu Budi Hartono dan Michael naik Rp216,73 triliun. Harta Budi Hartono bertambah senilai US$7,7 miliar (sekitar Rp110,51 triliun) sedangkan harta Michael Hartono bertambah US$7,4 miliar (Rp106,21 triliun) di sepanjang 2021.

Robert Budi Hartono atau yang memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong menempati posisi orang terkaya ke-86 dalam Daftar Taipan Indonesia di Forbes’ Real-Time Billionaires per Rabu (1/12/2021). Pria yang dikenal dengan nama Budi Hartono ini lahir di Semarang, 28 April 1940. Dia adalah anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum yaitu Oei Wie Gwan.

Bersama kakaknya, Michael Bambang Hartono alias Oei Hwie Siang, dia menjadi pewaris takhta Djarum Group. Michael Hartono berada di posisi orang terkaya peringkat 93 di Indonesia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbca ggrm djarum towr budi hartono michael hartono
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top