Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Efek Jerome Powell Putaran Kedua, Dolar AS Menguat Tekan Rupiah

Investor mengharapkan Ketua Federal Reserve AS yang baru dinominasikan Jerome Powell akan mempercepat pengetatan moneter, termasuk pengurangan aset dan kenaikan suku bunga.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 24 November 2021  |  16:17 WIB
Efek Jerome Powell Putaran Kedua, Dolar AS Menguat Tekan Rupiah
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup melemah di hadapan dolar AS pada perdagangan Rabu (24/11/2021) di tengah penguatan indeks dolar AS setelah Jerome Powell dilantik menjadi Ketua Federal Reserve untuk putaran kedua.

Pada penutupan perdagangan Rabu (23/11/2021), nilai tukar mata uang Garuda melemah tipis 7,5 poin atau 0,05 persen ke Rp14.265 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,06 poin atau 0,06 persen ke 96,558.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya menyusul pengangkatan kembali Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve AS.

“Investor mengharapkan Ketua Federal Reserve AS yang baru dinominasikan Jerome Powell akan mempercepat pengetatan moneter, termasuk pengurangan aset dan kenaikan suku bunga, untuk mengekang inflasi yang terus meningkat,” ujarnya dalam riset harian.

Di sisi lain, indeks PMI Inggris adalah 58,2, dan PMI jasa adalah 58,6, pada Oktober. Data yang lebih tinggi dari perkiraan tersebut membuka jalan bagi Bank of England untuk menaikkan suku bunga pada Desember.

Kemudian, dari sisi internal, pasar tengah mencerna Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang positif pada kuartal III/2021 setelah mencatatkan surplus sebesar US$10,7 miliar atau 1,49 persen terhadap PDB, setelah pada kuartal sebelumnya tercatat defisit US$0,4 miliar atau -0,68 persen terhadap PDB.

“Dengan surplusnya NPI, Ini membuktikan bahwa ketahanan eksternal Indonesia yang cukup kokoh, dan momentum ini masih tetap akan kita pertahankan seiring dengan pemulihan ekonomi kedepannya,” jelasnya.

Untuk perdagangan besok (25/11/2021), Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.240 - Rp14.290 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs dolar as Rupiah jerome powell
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top