Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Unilever (UNVR) Bakal Bagi Dividen Rp2,51 Triliun Meski Saham Turun, Simak Jadwalnya!

Dividen interim tersebut akan dibagikan berdasarkan laba bersih per 30 Juni 2021 kepada pemegang 38,15 miliar lembar saham.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 November 2021  |  10:58 WIB
Logo Unilever Indonesia dalam kampanye Indonesia World Farmer Scene - Unilever.co.id
Logo Unilever Indonesia dalam kampanye Indonesia World Farmer Scene - Unilever.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten konsumer, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) akan membagikan dividen interim pada tahun buku 2021 ini. Dividen yang akan didapat sebesar Rp66 per lembar sahamnya dengan total Rp2,51 triliun.

Dividen interim tersebut akan dibagikan berdasarkan laba bersih per 30 Juni 2021 kepada pemegang 38,15 miliar lembar saham.

Mengutip keterbukaan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, per Senin (22/11/2021), pelaksanaan pembayaran dividen interim tersebut dilaksanakan pada 16 Desember 2021.

Pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen interim tersebut merupakan pemegang saham yang terdaftar hingga 1 Desember 2021 pukul 16.00 WIB.

Jadwal pelaksanaan dividen interim yakni cum dividen perdagangan di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 29 November 2021. Dilanjutkan dengan ex diiden perdagangan di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 30 November 2021.

Berikutnya, jadwal cum dividen perdagangan di pasar tunai pada 1 Desember 2021, dilanjutkan ex dividen perdagangan di pasar tunai pada 2 Desember 2021. Batas akhir tanggal pencantuman dalam daftar pemegang saham atau recording date pada 1 Desember 2021.

Terakhir, pelaksanaan pembayaran dividen interim pada 16 Desember 2021. Pembukaan kembali perekonomian secara bertahap seiring melambatnya penyebaran Covid-19 dalam aturan tata laksana baru menjadi asa bagi Unilever Indonesia (UNVR). Kenormalan baru atau new normal ekonomi ini sekaligus menjadi fondasi perusahaan merajut strategi mengembalikan kinerja ke fase pertumbuhan pada 2022.n

Setelah sempat menembus level Rp5.000, tepatnya Rp5.325 pada penutupan perdagangan 13 Oktober 2021, pergerakan saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) kembali berbalik arah ke zona merah.

Data yang dihimpun Bisnis menunjukkan laju emiten berkode saham UNVR itu di pasar modal terkoreksi 3,49 persen dalam lima hari terakhir ke level Rp4.420 hingga akhir sesi Senin (1/11).

Kendati demikian, harga saham Unilever Indonesia masih tercatat mencetak return atau imbal hasil positif dalam sebulan terakhir dengan menanjak 11,06%. Namun, posisi terkini UNVR masih jauh dari awal tahun ketika bertengger di level Rp7.475 pada 4 Januari 2021.

Dari sisi kinerja keuangan, Manajemen Unilever Indonesia tidak menampik masih menghadapi kondisi menantang hingga kuartal III/2021.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti menyampaikan periode kuartal III/2021 masih menantang akibat gelombang II kasus Covid-19 mengakibatkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain tantangan dari sisi pandemi, Ira juga menyampaikan kenaikan harga komoditas yang terus berlanjut turut memengaruhi biaya produksi perseroan.

“Berbagai tantangan tersebut mempengaruhi konsumen dalam pemilihan pola konsumsi di berbagai kategori, dan mempengaruhi tingkat pertumbuhan perseroan,” tulis Ira dalam keterangan resmi, beberapa waktu lalu.

Adapun, kenaikan biaya produk yang disebabkan kenaikan harga komoditas disebut Ira tak dapat langsung dibarengi dengan kenaikan harga jual produk Unilever karena mempertimbangkan daya beli masyarakat yang masih rendah selama pandemi.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2021, emiten dengan kode saham UNVR ini membukukan pendapatan senilai Rp30,02 triliun atau turun 7,47% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp32,45 triliun.

Dilihat dari kontributornya, penjualan makanan dan minuman mengalami kenaikan 6,20% year-on-year (YoY) menjadi Rp9,48 triliun dari sebelumnya Rp8,93 triliun. Namun, penjualan kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh masih terkontraksi 12,94% YoY menjadi Rp19,23 triliun dari sebelumnya Rp22,09 triliun.

Selanjutnya, laba UNVR tercatat senilai Rp4,37 triliun pada akhir kuartal III/2021 atau turun 19,48% dibandingkan dengan capaian Rp5,43 triliun pada kuartal III/2020.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unilever unvr
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top