Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kuartal III/2021, Laba SSMS Melonjak 286 Persen Menjadi Rp1,03 T

Peningkatan penjualan dibarengi dengan stabilitas biaya operasional melesatkan laba bersih perusahaan.
Petani membawa kelapa sawit hasil panen harian di kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (11/5). Bisnis/Nurul Hidayat
Petani membawa kelapa sawit hasil panen harian di kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (11/5). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA- Perusahaan yang bergerak di industri perkebunan dan pengolahan sawit, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2021 berhasil catatkan kinerja yang sangat fenomenal. Hal itu dapat dilihat dari laba bersih melonjak hingga 286,38 persen jadi Rp1,034 triliun, naik signifikan dibandingkan periode sama tahun 2020 yang hanya Rp267,65 miliar.

Merujuk data laporan keuangan emiten yang memiliki taman relatif muda itu pada laman BEI, Kamis (18/11/2021) tertera penjualan per 30 September sebesar Rp3,688 triliun atau naik 35 persen dari sebelumnya Rp2,738 triliun secara yoy. Sementara beban pokok pendapatan SSMS tercatat sebesar Rp2,134 triliun atau mengalami kenakan tipis dari sebelumnya Rp1,471 triliun.

Sehingga laba bruto SSMS di kuartal III/2021 tercatat Rp1,554 triliun atau naik 23 persen dari periode sama  2020 Rp1,267 triliun. Di tengah lonjakan pendapatan, perseroan mampu menjaga stabilitas beban penjualan di Rp60,96 miliar atau hanya naik tipis dari Rp57,98 miliar. Beban umum dan administrasi juga hanya naik tipis jadi Rp390,82 miliar  dari Rp288,27 miliar. Bahkan SSMS berhasil catatkan pendapatan usaha lain netto senilai Rp24,27 miliar, dimana posisi ini pada sebelumnya dicatatkan beban usaha senilai Rp169,16 miliar.

Direktur Utama SSMS Vallauthan Subraminam menjelaskan, pihaknya juga berhasil membukukan laba dari entitas asosiasi RpRp19,58 miliar. Pendapatan keuangan di sembilan bulan pertama tahun 2021 melonjak sangat signifikan jadi Rp505,57 miliar atau 128 persen dari pendapatan keuangan sebelumnya Rp222,04 miliar.

Adapun laba sebelum pajak per 30 September tercatat Rp1,305 triliun atau terbang 182 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp463,53 miliar. Beban pajak periode berjalan SSMS Rp326,76 miliar atau naik 91 persen dari Rp171,32 miliar.

Direktur Keuangan SSMS Jap Hartono mengungkapkan posisi aset SSMS per 30 September tercatat senilai Rp13,39 triliun atau mengalami pertumbuhan 5 persen dari akhir tahun 2020 sebesar Rp12,77 triliun. Pertumbuhan itu disebabkan oleh ekuitas yang naik 16 persen jadi Rp5,64 triliun dari sebelumnya Rp4,87 triliun di periode 31 Desember 2020.

Hebatnya, lanjut Hartono, SSMS sukses memangkas liabilitas jangka pendek -2 persen jadi Rp1,41 triliun atau turun dari sebelumnya Rp1,43 triliun dan untuk liabilitas jangka panjang SSMS tercatat Rp6,33 triliun terpangkas -2 persen dari Rp6,64 triliun. Sehingga total liabilitas sebesar Rp7,75 triliun atau turun 2 persen dari Rp7,90 triliun. “Sedangkan posisi kas dan setara kas akhir periode emiten sawit yang rajin tebar dividen itu tercatat senilai Rp1,71 triliun, posisi saat ini turun 10 persen jika dibandingkan dengan jumlah di periode sama tahun 2020 sebesar Rp1,90 triliun.” Jelas Hartono di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Untuk menyongsong periode 2022, Manajemen SSMS tengah menyiapkan berbagai strategi seperti perbaikan infrastruktur dengan melakukan laterite pada jalan yang rusak supaya unit dapat mengecer pupuk dengan lancar. “Pengadaan unit khusus Plasma yang nantinya bisa dipakai untuk pengangkutan pupuk. Unit tersebut sudah dimasukkan ke dalam Capex tahun 2022. Serta melakukan aplikasi pemupukan dengan manual maupun mekanisasi, “kata Hartono.

Secara struktur perusahaan, SSMS memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat memadai. Kecukupan jumlah karyawan dan tidak adanya loses. Secara action SSMS terus melakukan pemupukkan dengan prinsip 5 T ( Tepat Waktu, Dosis, Tempat, Takaran,Cara ) untuk tetap menjaga kwalitas dan kwantitas Tandan Buah Segar (TBS).

Sementara itu Swasti Kartikaningtyas, Corporate Secretary SSMS, menambahkan suatu hal yang tak kalah pentingnya khususnya mengenai edukasi dan sosialisasi berkala. “ Secara sosial perseroan juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi berkala yang bekerja sama dengan CDO, agar masyarakat sekitar perkebunan untuk melakukan perawatan kebun plasma sama seperti kebun inti agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah pandemi,” tutup Swasti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper