Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski Tertekan Pandemi, Rugi Bersih Blue Bird (BIRD) Susut pada Kuartal III/2021

Rugi bersih Blue Bird pada 9 bulan tahun ini tercatat sebesar Rp66,3 miliar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 31 Oktober 2021  |  15:58 WIB
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten taksi, PT Blue Bird Tbk. (BIRD), mencetak penurunan pendapatan hingga kuartal III/2021. Kendati demikian, posisi rugi bersih perseroan berhasil diperkecil.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,45 triliun atau turun 6,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang senilai Rp1,55 triliun.

Selain PPKM yang diberlakukan pada 2021, bulan Januari dan Februari 2020 pendapatan perseroan masih berada dalam masa normal sebelum pandemi di mana kinerja pada saat itu sedang sangat baik dengan rata-rata pendapatan Januari-Februari 2020 naik sekitar 7 persen dibandingkan dengan Januari-Februari 2019.

Apabila dibandingkan dengan antara periode pandemi pada 2020 dan 2021, performa perseroan justru membaik di periode 9 bulan 2021.

Rata-rata pendapatan per bulan periode pandemi (Januari-September) 2021 naik Rp24 miliar atau 17,5 persen dibandingkan dengan rata-rata pendapatan per bulan periode pandemi (Maret-Desember) 2020, yang menunjukkan perseroan pada jalur pemulihan yang kuat dan mampu menghadapi goncangan pandemi lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Kinerja BIRD secara keseluruhan pada 9M21 membaik signifikan dibandingkan dengan 9M20. Rugi bersih Blue Bird pada 9 bulan tahun ini tercatat sebesar Rp66,3 miliar, membaik 58 persen dibandingkan dengan kerugian pada periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp158 miliar.

EBITDA perseroan juga turut meningkat di mana pada periode 9M21 senilai Rp248 miliar, naik Rp12,5 miliar dibandingkan dengan 9M20.

Perbaikan kinerja ini didukung oleh beberapa faktor seperti beban langsung perseroan turun 9,6 persen atau Rp125,3 miliar secara tahunan sebagai hasil dari efisiensi operasional.

Selain itu, strategi efisiensi juga diterapkan dalam lini pendukung operasi perseroan sehingga beban usaha juga turun Rp46,2 miliar pada 9M21 dibandingkan dengan 9M20, sehingga rugi usaha perseroan jauh membaik dari Rp177 miliar menjadi Rp108 miliar.

Salah satu lini bisnis perseroan yaitu Mobil Go yang bergerak pada penjualan mobil bekas eks armada Blue Bird, menunjukkan kinerja yang sangat baik.

Laba atas penjualan aset naik sangat signifikan dari yang sebelumnya mencatat kerugian sebesar Rp5,4 miliar menjadi laba sebesar Rp48,6 miliar. Hal ini didorong dari peningkatan volume dan juga perbaikan di harga jual per unit.

Selain itu, ekspansi perseroan dari sisi teknologi dengan diluncurkannya MyBlueBird 5 dan juga kolaborasi dengan berbagai platform lain untuk booking channel dan payment channel taksi perseroan memberikan fleksibilitas lebih bagi customer dalam melakukan pemesanan dan pembayaran.

Posisi neraca dan kas perseroan pada kuartal III/2021 juga semakin kuat dibandingkan dengan tahun lalu. Posisi kas Blue Bird pada akhir September 2021 adalah Rp739,9 miliar dibandingkan posisi kas 30 September 2020 yaitu sebesar Rp 730,9 miliar.

Debt to equity ratio per 30 September 2021 adalah 0,3x, yang menunjukkan posisi neraca yang sangat sehat dan perseroan masih memiliki ruang yang sangat lebar untuk melakukan ekspansi.

Mulai April 2021, didukung oleh kondisi keuangan perseroan yang semakin membaik, perseroan telah mengakhiri masa relaksasi pembayaran pinjaman ke bank dan mulai melakukan pembayaran pokok pinjaman dengan normal.

Direktur Utama Blue Bird, Sigit Djokosoetono, mengungkapkan pembatasan mobilitas masyarakat adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memerangi pandemi Covid-19 di negeri ini.

Pandemi yang bermula pada 2020 dan berlanjut pada 2021 memberikan dampak tersendiri bagi sektor transportasi akibat dari berkurangnya mobilitas masyarakat.

Pemerintah setidaknya telah menerapkan 2 kali PPKM yaitu PPKM Mikro di pertengahan Januari dan PPKM Darurat yang dilaksanakan pada Juli 2021. Pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat tersebut tentunya memiliki dampak pada kinerja Perseroan.

"Kami telah belajar banyak dari tahun 2020 dalam menyikapi pembatasan mobilitas masyarakat melalui berbagai program efisiensi untuk mengurangi beban perseroan," katanya dalam keterangan resmi, Minggu (31/10/2021).

Lebih lanjut, Sigit mengungkapkan bahwa Bluebird masih menjadi perusahaan yang kuat dan terus berkembang di tengah kondisi pandemi.

“Banyak perusahaan transportasi yang sudah bertumbangan akibat pandemi. Namun fakta bahwa Bluebird masih bertahan dan terus mengembangkan bisnisnya adalah bukti dari kepercayaan masyarakat terhadap layanan Bluebird dan tata kelola perusahaan yang prudent serta berorientasi kepada customer,” tambahnya.

Bluebird terus mengembangkan sayap di bisnis pengiriman barang, sejak 2020 Perseroan sudah masuk dalam bisnis pengiriman barang untuk meningkatkan utilitas armada taksi.

Perseroan sudah bekerja sama dengan beberapa partner lain seperti Indogrosir, Paxel, Union Group, Kem Chicks, Kereta Api Indonesia dan lain-lain.

Pada 2021, layanan pengiriman barang Bluebird Kirim sudah masuk sebagai alternatif pengiriman barang di Shopee yang merupakan marketplace e-commerce terbesar kedua di Indonesia.

Ke depannya, perseroan akan berekspansi untuk masuk sebagai alternatif pengiriman dalam berbagai platform e-commerce lainnya mengingat potensi bisnis yang cukup besar dari segmen ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten rugi bersih Blue Bird emiten transportasi
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top