Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Medco (MEDC) Serap Capex US$28 Juta per Juni 2021, Siap Diakselerasi!

Capex akan lebih tinggi diserap pada semester II/2021 dan rencana belanja modal setahun MEDC akan tetap sesuai dengan pedoman.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  13:11 WIB
Medco (MEDC) Serap Capex US$28 Juta per Juni 2021, Siap Diakselerasi!
Fasilitas produksi dan penyimpanan terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) Belanak di South Natuna Sea Block B yang dikelola Medco E&P Natuna (MEPN). Istimewa - SKK Migas.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk. telah menyerap belanja modal atau capital expenditure senilai US$28 juta hingga akhir Juni 2021.

Pengeluaran yang tergolong sedikit dengan total belanja modal bisnis minyak dan gas (migas) senilai US$150 juta dan power US$65 juta itu disebut konsisten dengan rendahnya aktivitas operasional selama pembatasan aktivitas pada semester I/2021.

Manajemen Medco mengatakan capex akan lebih tinggi diserap pada semester II/2021 dan rencana belanja modal setahun akan tetap sesuai dengan pedoman yang sudah disampaikan.

Adapun, belanja modal migas sebagian besar digunakan Medco untuk pekerjaan beberapa proyek pengembangan migas di PSC South Natuna Sea Block B.

“Pengembangan ini akan berlanjut pada 2022 dengan rencana gas pertama dari lapangan Hiu pada kuartal II/2022, gas pertama dari proyek Belida Extension pada kuartal IV/2022, dan minyak pertama dari lapangan Forel serta gas dari lapangan Bronang pada kuartal IV/2023,” tulis Manajemen Medco dalam siaran pers, Selasa (26/10/2021).

Selanjutnya belanja modal di Medco Power untuk ketenagalistrikan digunakan untuk melanjutkan commissioning Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap 275 MW Riau, pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya 26 MWp di Sumbawa dan Tahap-1 Pembangunan 30 MW geotermal di Ijen.

Adapun, Medco Power mengumumkan bahwa bersama mitra konsorsium akan mengembangkan proyek percontohan Impor Tenaga Surya 100 MW dengan kapasitas sebesar 670 MWp dari Indonesia ke Singapura, di Pulau Bulan, Provinsi Kepulauan Riau. Rencana ini menyusul pemberian izin prinsip impor dari Energy Market Authority (EMA) Singapura.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021 yang diaudit, emiten dengan kode saham MEDC membukukan pendapatan senilai US$636,29 juta. Realisasi itu naik 11,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai US$569,80 miliar.

MEDC pun membukukan laba periode tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$37,16 juta, kontras dari posisi rugi pada semester I/2020 senilai US$125,27 juta.

Kas dan setara kas tercatat senilai US$551 juta pada akhir semester I/2021. Utang konsolidasi senilai US$2,6 miliar atau turun 14 persen dari semester I/2020, utang restricted group senilai US$2,2 miliar atau turun US$442 juta dengan utang bersih US$1,8 miliar. Sedangkan utang bersih terhadap EBITDA tercatat sebesar 3,1 kali.

“Perseroan akan terus proaktif mengelola kewajiban dan deleverage kuartal demi kuartal. Semua obligasi rupiah 2021 dan 2022 yang akan jatuh tempo, telah dijamin dalam escrow sebesar US$123 juta,” tulis Manajemen Medco.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medco capex Kinerja Emiten
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top