Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Halex Halim, Pendiri Intraco Penta Meninggal Dunia

Halex Halim adalah pengusaha Indonesia yang mendirikan PT Intraco Penta Tbk dan telah memimpin 5 perusahaan berbeda.
Hafiyyan & Rinaldi M. Azka
Hafiyyan & Rinaldi M. Azka - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  14:24 WIB
Halex Halim, pendiri PT Intraco Penta Tbk. (INTA) meninggal dunia pada Sabtu, 23 Oktober 2021.
Halex Halim, pendiri PT Intraco Penta Tbk. (INTA) meninggal dunia pada Sabtu, 23 Oktober 2021.

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri emiten alat berat PT Intraco Penta Tbk. (INTA), Halex Halim, meninggal dunia pada Sabtu 23 Oktober 2021.

Sekretaris Perusahaan Intraco Penta Astri Duhita Sari dalam suratnya ke Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, menyampaikan bahwa komisaris utama emiten bersandi INTA itu, Halex Halim, meninggal dunia.

"Telah meninggal dunia Bapak Halex Halim selaku Komisaris Utama Perseroan pada Sabtu, 23 Oktober 2021," paparnya dalam keterbukaan informasi, Senin (25/10/2021).

Mengutip laman Wall Street Journal, Halex Halim adalah pengusaha Indonesia yang mendirikan PT Intraco Penta Tbk dan telah memimpin 5 perusahaan berbeda. Saat ini beliau menjabat sebagai Komisaris Utama PT General Agromesin Lestari, Komisaris Utama PT Intraco Penta Tbk dan Direktur Utama PT Shallumindo Investama. Halex Halim juga berada di jajaran direksi PT Inta Trading.

Sebelumnya, Halim menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Columbia Chrome Indonesia dan Presiden Komisaris PT Intan Baruprana Finance Tbk. (IBFN). Kini, bisnis Grup Intraco dijalankan oleh Petrus Halim, yang menjabat sebagai Direktur Utama INTA, dan Komisaris Utama IBFN.

Sementara itu, emiten distributor alat berat INTA tengah mencari investor baru untuk membantu mengembalikan kinerja anak usahanya di bidang pembiayaan IBFN.

Emiten bersandi INTA ini tengah berkutat dengan masalah utang yang melilit perseroan maupun anak usahanya.

Pada laporan keuangan 2020 INTA, total aset perseroan senilai Rp2,88 triliun turun dibandingkan dengan 2019 yang sebesar Rp4,05 triliun. Sementara, total liabilitas senilai Rp4,13 triliun turun tipis dari 2019 sebesar Rp4,29 triliun.

Direktur Keuangan Intan Baruprana Finance A. Reyza menuturkan saat ini total nilai utang perseroan mendekati Rp1 triliun.

"Utang IBFN secara total nilainya mendekati Rp1 triliun komposisi kreditur beberapa bank BUMN baik konvensional dan syariah, dan 1 lembaga keuangan di luar negeri," jelasnya dalam paparan publik, Rabu (30/6/2021).

Direktur Utama Intraco Penta Petrus Halim menuturkan perseroan fokus menyelesaikan perkara ini dengan restrukturisasi utang dan memperbaiki kondisi keuangan.

"INTA membantu mengupayakan agar IBFN mendapatkan investor baru dan memonitor pemenuhan kesepakatan homologasi IBFN," jelasnya.

Selain itu, perseroan juga melakukan diskusi intensif dengan kreditur untuk pengajuan restrukturisasi, mengajukan relaksasi rasio permodalan dan MSMD kepada OJK, serta berupaya mencari investor baru bagi anak usahanya tersebut.

"Tentunya INTA dalam diskusi dengan calon investor ada persetujuan kerahasiaan tidak bisa membuka nama-namanya, tetapi bisa disampaikan kami selalu menyambut investor berminat di sektor alat berat," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat berat meninggal intraco penta
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top