Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Batu Bara Rawan Profit Taking, Ini Rekomendasi ADRO, PTBA hingga ITMG

Jauhnya selisih antara pasokan dan kebutuhan batubara di China kemungkinan akan menciut dalam beberapa bulan mendatang.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 Oktober 2021  |  08:20 WIB
Saham Batu Bara Rawan Profit Taking, Ini Rekomendasi ADRO, PTBA hingga ITMG
Kegiatan operasional pertambangan anggota MIND ID. - mind.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Harga batu bara tercatat turun selama tiga hari berturut-turut membuat para pelaku pasar diperkirakan akan melakukan profit taking terhadap saham emiten terkait. 

Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang menerangkan, investor perlu waspada akan potensi aksi profit taking atas saham berbasis batu bara setelah harganya turun selama tiga hari berturut-turut sebesar 7,3 persen.

"Waspada atas saham berbasis emas karena turun cukup tajam di Jumat pekan lalu sebesar 1,66 persen," jelasnya, pada riset Senin (18/10/2021).

Penurunan harga batu bara disebabkan adanya tanda-tanda pasokan batu bara yang siap meningkat.

"Jauhnya selisih antara pasokan dan kebutuhan batubara di China kemungkinan akan menciut dalam beberapa bulan mendatang. Asosiasi industri batubara melihat tanda-tanda peningkatan produksi dalam negeri dan impor batubara," tulisnya.

Analis merekomendasikan jual atau sell untuk saham emiten batu bara dan emas ADRO, PTBA, ITMG, HRUM, ANTM, MDKA.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

profit taking rekomendasi saham emiten batubara
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top