Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Batu Bara MNC Group Bakal Diakuisisi IATA

Berdasarkan keterangan resmi IATA, akuisisi ini akan terjadi setelah hasil uji tuntas dan valuasi terhadap PT MNC Energi selesai dijalankan. 
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 15 Oktober 2021  |  20:43 WIB
Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group.  - Bisnis.com
Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan investasi milik Grup MNC, PT MNC Investama Tbk. (BHIT) sebagai pemegang saham mayoritas PT MNC Energi telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk. (IATA) untuk mengakuisisi perusahaan batu bara tersebut. 

Berdasarkan keterangan resmi IATA, akuisisi ini akan terjadi setelah hasil uji tuntas dan valuasi terhadap PT MNC Energi selesai dijalankan. 

“Dengan asumsi semua proses due diligence berjalan lancar, IATA akan segera meminta restu OJK, dengan target penyelesaian transaksi pada akhir kuartal I/2022,” tulis Head of Investor Relations MNC Group, Natassha Yunita dalam keterangan resmi, Jumat (15/10/2021).

Setelah transaksi, IATA akan menjadi entitas induk untuk seluruh perusahaan batu bara MNC Group diantaranya PT Bhakti Coal Resources, PT Nuansacipta Coal Investment, dan juga PT Suma Sarana yang merupakan perusahaan eksplorasi tambang batu bara dan juga minyak. 

Rencana transaksi yang dilakukan oleh IATA merupakan langkah strategis perseroan untuk memanfaatkan momentum yang timbul dari lonjakan harga komoditas batu bara yang berkelanjutan. 

“IATA meyakini akuisisi ini tidak hanya akan mendongkrak prospek bisnis, tetapi juga secara signifikan menguatkan nilai perusahaan,” tulis Natassha. 

Peningkatan nilai perusahaan ini dikarenakan perseroan akan mengubah kepentingan bisnisnya dari sektor transportasi dan infrastruktur ke sektor energi. 

IATA menyampaikan dalam beberapa bulan belakangan, harga batu bara Newcastle melonjak hingga menyentuh angka US$269,5 per ton pada bulan Oktober yang merupakan harga tertinggi sepanjang masa. 

Kenaikan harga batu bara global ini juga mendorong harga batu bara di Indonesia karena adanya kenaikan permintaan listrik di China, lonjakan permintaan listrik di India.  

Di sisi lain juga terjadi gangguan pasokan di negara-negara penghasil batubara seperti Australia, Afrika Selatan dan Columbia. Oleh sebab itu, harga batu bara diperkirakan akan tetap tinggi karena pasokan yang terus menyusut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara mnc group bhit
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top